Angka Stunting di Kabupaten Tangerang Berhasil Turun, Begini Caranya

SiberKota.com, Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengklaim angka stunting pada balita di wilayahnya berhasil turun dari tahun sebelum-sebelumnya.

Pasalnya, dari angka stunting yang tercatat sebelumnya di tahun 2021 sebanyak 16.100, menjadi hanya 5.000  di tahun 2023.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi pun menanggapi perihal tersebut.

Hendra menyatakan, hasil penurunan angka kasus stunting tersebut, berkat adanya program-program yang Pemkab Tangerang canangkan.

Seperti halnya, DPPKB Kabupaten Tangerang mencanangkan program pendampingan keluarga korban stunting.

“Terkait program penurunan stunting, kita mendampingi keluarga yang beresiko stunting,” katanya, Senin (26/2).

Program selanjutnya yang DPPKB Kabupaten Tangerang jalankan ialah program perbaikan gizi dan pemberian pendidikan pola asuh terhadap anak.

“Program ini melalui “Gerakan Dahsyat”. Itu program Dapur Bersama Atasi Stunting,” ungkapnya.

Tak hanya itu, DPPKB Kabupaten Tangerang juga melakukan pembinaan terhadap kelompok kegiatan.

“Seperti kelompok Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan Lansia. Di dalamnya ada balita yang memang beresiko menjadi stunting,” urainya.

Tidak berhenti di situ, ucap Hendra, Pemkab Tangerang juga menggandeng sejumlah stakeholder, guna menekan angka pertumbuhan (Keluarga Beresiko Stunting (KBS).

Penekanan angka KBS tersebut melalui dana forum corporate social responsibility (CSR) yang Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang naungi.

“Sebenarnya kita ada forum CSR. Nah, ketuanya Pak Sekda, Moch Maesyal Rasyid. Kemudian TPPS, ketuanya juga Pak Sekda,” paparnya.

Hendra mengungkapkan, forum CSR dan TPPS ini sudah bersinergi, bahkan beberapa Perusahaan telah melakukan berbagai hal untuk kebutuhan masyarakat.

Seperti halnya membangun jamban, sarana air bersih, dan makanan tambahan di Kecamatan Teluknaga dan Kosambi.

“Di Teluknaga dan Kosambi sudah terlaksana oleh perusahaan-perusahaan terdekat kecamatan,” ujarnya.

Tanggapan Orang Tua yang anaknya Berhasil Bebas dari Stunting

Salah seorang warga Desa Tapos Kendal, Kecamatan Tigaraksa, Siti Annisa mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah dalam menangani stunting.

Sebab, berkat adanya program dari Pemkab Tangerang, anak bungsunya yang terpapar stunting berhasil sembuh.

Annisa mengatakan, saat melakukan penimbangan kepada anak bungsunya di umur satu setengah tahun, beratnya tidak pernah naik dari 7 Kilogram.

Lalu, terdapat program-program pengentasan stunting dari pihak Pemkab Tangerang. Sehingga, Annisa mengikutinya, dengan mengontrol perkembangan anaknya, sebulan dua kali.

Sehingga, dengan mengikuti program-program yang ada secara rutin, anak bungsunya berhasil sembuh dari stunting.

“Alhamdulillah, ngebantu banget. Terimakasih, selama ini udah ngebantu, dari makanannya juga. Alhamdulillah banget, gak bisa ngomong apa-apa lagi,” ungkapnya terharu.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.