Proyek Rangkasbitung Ultimate, Cagar Budaya Kena Dampaknya

SiberKota.com, Lebak – Dari bagian proyek Rangkasbitung Ultimate, terdapat perombakan total bentuk peron Stasiun Rangkasbitung yang sudah berdiri sejak tahun 1901.

Pengamat Sejarah, Ubaidilah Muchtar mengatakan, rencana pembongkaran tersebut telah melewati hasil kajian mendalam kesepakatan bersama.

Ubai yang juga menjadi Kepala UPT Museum Multatuli menyatakan, dari perkembangan Stasiun Rangkasbitung ini, nantinya tentu banyak orang yang menikmati.

“Saya secara pribadi yang terlibat secara proses diskusi-diskusi bersama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dan juga Pemda Lebak. Saya kira kita tidak bisa menolaknya, karena pada akhirnya agar perkembangan stasiun Rangkasbitung juga dapat dinikmati banyak orang,” ungkapnya, Selasa (11/6).

Ubai mengungkapkan, proses pembongkaran stasiun ini, akan menyisakan enam kolom dari 22 kolom tiang penyangga atap sebagai bagian dari cagar budaya stasiun.

“Pada akhirnya kita bisa menyaksikan saja apa yang dapat ditampilkan nanti di Stasiun Ultimate Rangkasbitung, yaitu enam kolom yang memiliki nilai, yang memiliki ornamen unik di Stasiun Rangkasbitung. Enam kolom dari 22 kolom tiang penyangga atap Stasiun Rangkasbitung itu nantinya, enam buah kolomnya akan disisakan, sebagai bagian dari cagar budaya stasiun Rangkasbitung itu sendiri,” paparnya.

Artinya, lanjut Ubai, proyek Rangkasbitung Ultimate ini tidak akan menghabiskan seluruh bangunan cagar budaya Stasiun Rangkasbitung yang ada.

Sehingga, beberapa bangunan eksisting di Cagar Budaya Stasiun Rangkasbitung akan tetap ada.

“Kita sudah diskusi dengan pakar, dengan tim ahli cagar budaya di Provinsi Banten, dengan heritage PT KAI, bagaimana pun juga cagar budaya boleh dimanfaatkan. Artinya, kita tidak menghabiskan stasiun Rangkasbitung, karena bangunan eksisting nya tetap ada, yang sekarang untuk jadi kantor, jadi tenant, mushola kemudian bak air itu tetap terjaga, Jadi yang terdampak hanya overkapping atau atap stasiun Rangkasbitung,” tandasnya.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.