siberkota
Berita Terkini Hari Ini

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Supir Taksi Online di Solear

Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polresta Tangerang, Polda Banten berhasil menangkap para pelaku pembunuhan supir taksi online, pada Kamis, (17/11/2022) lalu.

Sebelumnya jasad tanpa identitas ditemukan oleh warga Kampung Pala RT.016, RW 003, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, di kolong jembatan irigasi, pada Selasa, (15/11/2022).

Atas penemuan jasad itu, jajaran Kepolisian reserse Polresta Tangerang dengan cepat mengidentifikasi para pelaku. Alhasil, dari pengejaran itu, 3 pelaku berhasil ditangkap dan 1 penadah turut diamankan.

Kasatreskrim Polresta Tangerang, Kompol Zamrul Aini mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan petugas kepolisian akhirnya menangkap 3 pelaku berinisial, AS, AR dan JG di persembunyiannya di Kampung Tajur, RT 29 RW 08, Desa Ciracas, Kecamatan Ciracas, Kabupaten Sukabumi.

“Dari hasil interogasi pelaku, mereka mengaku telah menghabisi Supir Taksi Online bernama A,” kata Kompol. Zamrul saat konferensi pers di halaman Mapolresta Tangerang, Senin, (21/11/2022).

Dikatakan Zamrul selain ke 3 pelaku pihaknya turut mengamankan S di wilayah Curug Kabupaten Serang. Dimana S berperan sebagai penadah.  “Kami turut mengamankan S alias U di wilayah serang,” terang Zamrul.

Zamrul mengungkap, sebelum melancarkan aksinya, ke tiga pelaku telah mempersiapkan alat untuk menghabisi korbannya. Kemudian setelah dirasa siap, para pelaku mencari korban dengan cara memesan taksi online melalui aplikasi saat malam hari.

Mendapati supir taksi online bernama A sebagai mangsanya, pelaku AS bertugas menjerat leher korban menggunakan tali sling kawat, sedangkan AR dan JG berperan melakban mulut dan memegangi tangan korban.

“Korban A, dihabisi dengan cara di bekap dengan lakban dan dijerat menggunakan tali sling kawat oleh para pelaku,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka, AS, AR dan JG dijerat Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP atau Pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Dan tersangka S alias U sebagai penadah dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal 4 Tahun penjara,” tandasnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.