Oleh : Rizal Maulana Mahasiswa Teknik Elektro penerima beasiswa KIP
Siberkota.com, Tangerang Selatan – Tidak bisa di pungkiri lagi di dunia industri sekarang ini motor listrik menjadi suatu alat vital untuk produksi karena motor listrik menjadi alat penggerak komponen lain yang di gunakan untuk suatu produksi baik itu produksi ataupun pembangkit.
Masalah masalah di elektro motor biasanya bnyak sekali salah satunya yaitu kuliatas gulungan dan tahanan isolasi suatu motor . Dengan permasalahan ini maka di sini saya akan menjelaskan suatu metode pengetesan dengan listrik DC yang biasa di sebut Surge test .
Surge test adalah suatu pengetesan yang di lakukan dengan cara memasukan tegangan DC ke belitan/winding motor, dan akan menampilkan suatu parameter Gelombang Yang akan menjadi tolak ukur baik atau tidaknya suatu gulungan/winding suatu motor.
Pengujian ini memiliki prinsip jika ketiga fasa gelombang pengetesan sama maka winding motor dalam keadaan baik .
Pengetesan ini mempunyai beberapa manfaat untuk mengindikasikan kuliatas suatu gulungan/winding ,yaitu antara lain
1. Untuk mengetahui tahanan isolasi suatu motor .
Dengan pengetesan surge test alat bisa mengetahui bagaimana kualitas suatu winding apakah shout to ground,phase to phase, turn to turn.
2. Mengindikasikan kesalahan koneksi suatu motor .
Saat motor di rewainding maka perlu adanya pengecekan conection pada suatu gulungan apakah sudah benar atau salah . dengan pengetesan surge test maka akan di ketahui dengan ,Tidak samanya antar gelombang. Contohnya jika motor induksi memiliki 6 lead atupun lebih maka conection yang di pilih antara dua yiatu, antara STAR atau DELTA. Conection Delta biasanya Teg ING Lead (1 Join 6 ),(2 Join 4) ,(3 Join 6) (Teg standar EASA) atau conection star (4,5,6 JOIN ) 1,2,3 open/ (Power) . adapun untuk Teg ING Phasa U V W yaitu 1-4 (phasa U) , 2-5 (phasa V), 3-6(pahas W). Biasnya kesalahan karena faktor HUMAN ELORR kadang salah TEGing 1(satu) dibuat menjadi 4 dan Sebaliknya maka surge akan menampilkan jeleknya suatu gelombang . Antara phasa U V Atau W tergantung kelasahan TEGing suatu phasa.
3. Balance atau tidaknya suatu resistance
Alat yang akan di jelaskan pada artikel ini merupakan surge test
Merk Jabals dengan tegangan Maksimal 15KV
Komponen pada alat ini antara lain
1. Monitor dengan windos 7
2. Probe
Ada 4 probe yang memiliki 4 Warna yaitu : merah , kuning , biru dan Hitam.
3. Kaybord dan mouse wireless
Cara pengetesan / penggunaan alat Surge test
1. Tahap pertama harus mengetahui besaran volt/tegangan yang akan kita injek ke belitan/winding suatu motor. Dengan rumus yang di pakai
Yaitu :
-Winding Baru/ Rewainding
Vsurge = (Vnp × 2)+1000
Sedangkan untuk Old Winding
VSurge = (Vnp× 2)+1000 ×0,75
Ket:
Vnp= Tegangan name plate motor
Rumus di atas merupakan standar pengetesan EASA(Electrical Apparatus Service Asseciation)
2. Pasang Probe
Probe warna Merah Ke Terminal U ,Probe warna kuning ke phasa terimal V Probe biru ke phasa terminal W . Dan Hitam untuk Ground to motor
3. Pastikan tidak ada sentuhan Antar Probe
4. Injek Tegangan sesuai perhitungan Rumus
Contoh gulungan rekondisi/old Winding
(380V x 2)+ 1000 × 0,75 = 1320 Vdc
5. Injek perbandingan phasa pertama yaitu U dan V
6. Setelah selesai pindahkan selektor ke bagian V dan W
7. Injek kembali seusai rumus
8. Setelah selesai pindahkan selektor ke W dan U
9. Injek kembali seusai rumus
10 save dan lihat hasil Surge jika antar gelombang sama berarti keadaan gulungan baik sedangkan jika Gelombang tidak sama Maka ada masalah pada suatu gulungan motor.