Keluarga Korban Tewas Tertimpa Tembok Roboh Tangsel Terima Santunan Rp48 Juta
Siberkota.com, Kota Tangerang Selatan – Korban meninggal akibat tertimpa temboh roboh saat bekerja di proyek normalisasi Kali Serua, Pondok Aren, Kota Tangsel menerima santunan sebesar Rp48 Juta. Donasi diberikan oleh Warga Villa Bintaro Regency (VBR) bersama Kontraktor PT. Cahaya Kinta Mani.
Sebelumnya diberitakan, 5 pekerja menjadi korban tertimpa tembok di proyek normalisasi Kali Serua. Satu pekerja dilaporkan meninggal akibat insiden itu. Sementara dua orang korban sudah bisa kembali ke rumah, satu orang masih dirawat di RS Ciputra dan 1 orang korban hanya luka ringan.
“Para korban sudah ditangani dan dirujuk ke rumah sakit dicover BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan yang meninggal sudah kami berikan santunan dari perusahaan untuk keluarga yang ditinggalkan, dan yang lainnya sudah ditangani oleh Rumah Sakit Bhakti Asih Ciledug, ” jelas Kepala Proyek dari PT. Cahaya Kintamanik, Rudi Maryadi Selasa (10/10/23).
Warga yang mengatasnamakan Peduli VBR, diketuai oleh RW Candra mengatakan, warga yang tergerak hatinya berhasi mengumpulkan donasi. Donasi yang terkumpul, diberikan kepada keluarga korban yang meninggal sebesar Rp48 juta. Dan memberikan masing-masing Rp5 juta kepada korban luka lainnya.
“Hari ini rencananya akan diberikan santunan kepada para korban dari Peduli Warga VBR oleh pak Bowo perwakilan dari Warga Peduli VBR, karena tergerak hatinya untuk ikut membantu korban yang sedang ditimpa musibah,” imbuh Rudi yang mewakili Kontrakror.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menampik kabar runtuhnya tembok yang disebabkan getaran excavator hingga roboh menimpa para pekerja.
Menurut dia robohnya tembok tersebut bukan karena alat beratnya yang sedang bekerja, karena alat berat tersebut jauh 15 meter jaraknya dari tempat kejadian perkara (TKP), ketika kejadian roboh menimpa pekerja, excavator membantu mengangkat material yang menimpa korban.
“Ini murni faktor alam, karena yang namanya tanah sedang digali tentunya pasti ada pergeseran, dan saat malam sebelumnya air tiba-tiba deras sehingga menyebabkan kontur tanah melunak dan menyebabkan robohnya tembok,” ungkap Rudi.
Sementara istri korban Jainal Arif (Jejen) yang saat ini masih dirawat akibat musibah tersebut mengucapkan terima kasih atas perhatian yang telah diberikan kepada suaminya. Dia pun dengan ikhlas menerima kecelakaan yang dialami suaminya tersebut sebagai musibah.
“Kami dari keluarga sudah ikhlas, atas apa yang menimpa suami saya dan kami mengucapkan terimakasih atas perhatian dari kontraktor dan juga warga VBR yang sudah memberikan Donasi kepada kami,” kata Istri Jejen.
Sumber: TitikKata.