siberkota
Mengupas Tuntas Informasi

Jika DPRD Tak Peduli Rakyat, Jangan Dipilih Lagi

Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Banyaknya masyarakat yang mengeluhkan pembangunan Kabupaten Tangerang, khususnya wilayah Pantai Utara (Pantura) Tangerang, membuat kejanggalan di dalam benak Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul, hal itu iya sampaikan pada Rabu (24/11) lalau saat diacara Forum Diskusi Wartawan Tangerang (FDWT), di Taman Sari, Karawaci Tangerang.

Adib mengatakan, kenapa bisa muncul kejanggalan tersebut, dirinya menyebutkan, karena di wilayah Pantura Tangerang itu banyak para anggota DPRD nya. Oleh karena itu, ia mengusulkan kepada warga Pantura tidak memilih lagi wakil rakyat yang tidak perduli masalah di Tangerang Utara.

Menurut Adib, ditengah gencarnya pembangunan diwilayah Pantura perlu sosok wakil rakyat yang mau perduli segala hal yang terkait kepentingan masyarakat. Kata Adib, dalam pembangunan perlu juga dipirkan imbas sosial, keamanan dan budaya yang perlu di kaji, Jangan sampai atas nama investasi para stakeholder terkadang menabrak aturan sehingga warga pantura sering kali menjadi korban dugaan mafia tanah.

“Jangan sampai nanti menjelang pileg, atau pilkada masyarakat pantura berfikir, Calon DPRD dan Bupati yang pro mafia tanah jangan dipilih lagi,” ucap pria yang saat ini menjabat Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Jumat (26/11/2021).

Lanjut Adib, seharusnya dalam hal ini wilayah yang di anggap pro investasi dalam setiap pengambilan kebijakan harus berpedoman pada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 dan juga bhineka tunggal ika, Namun Roh itu terkadang Hilang dengan dalih investasi.

“Contoh dari data yang saya punya banyak warga di Pantura jadi korban yang diduga tanahnya dicaplok, tapi sampai saat ini pemerintah tidak berdaya,” terang adib

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Provinsi Banten, M. Nawa Said Dimyati menambahkan dalam pembangunan perlunya perlindungan kepada warga asli. dikatakan Nawa, Konsep pembangunan sesungguhnya itu harus membuat warga semakin eksis bukan bukan malah menghilangkan jati dirinya.

“Maka itu kegiatan diskusi kita pada siang ini seharusnya di hadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tangerang sebagai bentuk perhatian pada warganya,” pungkasnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.

G-9QEVPDG5HT