Ada Klaster Panti Asuhan, Wagub DKI: Covid-19 Bisa Di Mana Saja

Siberkota.com, Jakarta – Tercatat hingga 17 Januari terdapat 22 klaster kasus covid-19 di panti asuhan di Jakarta. Dari total klaster tersebut menyumbang 462 kasus positif yang mana 360 kasus di antaranya sudah selesai dipantau.

Kemudian, masih ada 102 kasus lainnya masih berstatus positif covid-19 dan dalam pemantauan. Hal ini diketahui dari situs corona.jakarta.go.id.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza menegaskan, saat ini penyebaran covid-19 dapat terjadi di mana saja tak mengenal waktu dan tempat, bisa di panti asuhan, di halte, mall, bahkan di pasar.

“Ya di panti asuhan itu kan juga tempat ya, terus selain di kantor di mall, di pasar, di stasiun, di halte, di panti asuhan juga ada. Jadi sekarang memang sudah masuk di banyak lini. Bahkan di klaster keluarga juga kan masih terus meningkat angkanya,” kata Ariza di Balai Kota, Senin (25/1/2021).

Hal yang harus menjadi perhatian adalah covid-19 hadir semakin dekat dengan masyarakat. Banyaknya warga di Jakarta yang terpapar covid-19 membuat ‘inner circle’ atau ratio orang yang terkena covid-19 menjadi semakin kecil.

“Jadi ini harus menjadi perhatian kita, bahwa kita sekarang mendengar berita orang terpapar virus covid bukan lagi teman atau kenalan atau sahabat, tapi sudah masuk di lingkungan keluarga kita, bahkan tidak sedikit yang sudah masuk di keluarga inti terkait terpaparnya, coba dicek ya kan sudah sangat banyak,” jelasnya.

Dengan semakin kecilnya lingkup tersebut harusnya membuat masyarakat semakin taat protokol kesehatan. Karena keberadaan virus tersebut semakin dekat dengan siapa saja.

“Itu artinya virus semakin banyak semakin dekat, itu artinya kita harus semakin disiplin dan semakin taat, jangan menunggu anggota keluarga kita yang terpapar apalagi meninggal, baru kita betul-betul disiplin menggunakan masker mencuci tangan dan menjaga jarak,” tegasnya.

Berada di rumah adalah tempat yang terbaik. Di rumah pun Ariza meminta agar masyarakat melaksanakan protokol kesehatan. Pastikan di dalam rumah tetap menggunakan masker, sekalipun anggota keluarga.

“Karena di situ mohon maaf mungkin ada pembantu rumah tangga, ada sopir, ada yang bekerja dan lain sebagainya. Yang keluar masuk rumah, itu sering terjadi. Jadi siapapun kita lihat banyak orang, banyak pimpinan, banyak pejabat dan sebagainya yang sangat disiplin, tapi tetap saja di mungkinkan terpapar virus. Jadi sekali lagi semua masyarakat kami minta patuh taat dan disiplin,” kata politikus Partai Gerindra itu.(Den)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.