Warga Jakarta Diimbau Untuk Tidak Panic Buying Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1445

Siberkota.com, DKI Jakarta – Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, Komisi B DPRD DKI Jakarta bersama eksekutif melakukan rapat membahas terkait persiapan ketahanan pangan.

Dalam rapat tersebut Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo, memaparkan ketersediaan stok pangan di DKI Jakarta. Saat ini pihaknya stok gula sekitar 850 ton/850.000 Kg, dimana ada rencana pengadaan 600 Ton. Kemudian, untuk minyak goreng 909.000 liter, rencana pengadaan 1.500.000 liter dimana saat ini sedang dalam perjalanan dari Sumatera Utara ke Jakarta.

“Jadi Insya Allah untuk minyak pun dapat dikendalikan. Seperti kita ketahui selama beberapa bulan terakhir ini sejak food station sangat konsen sekali dengan minyak goreng, harga minyak goreng di DKI Jakarta dan sekitarnya relatif lebih terkendali dibanding dengan daerah-daerah lain di luar Jabodetabek,” ujarnya.

Wiraryo melanjutkan,selanjutnya stoknya telur ada 50 Ton dan ada rencana pengadaan 600 Ton, itu di mana kami melakukan untuk pengadaan pangan murah bersubsidi.

“Di mana untuk penyediaan kepada kurang lebih 900.000 penerima manfaat dari pangan murah bersubsidi. Selanjutnya ada terigu 50 Ton, dengan rencana pengadaan 50 Ton,” lanjutnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyampaikan hal yang perlu diperhatikan guna menghindari terjadinya kelangkaan pangan.

Pemprov DKI Jakarta senantiasa melakukan sinergitas berkolaborasi dengan Pemerintahan Pusat, BUMN maupun BUMD untuk menjaga stok ketersediaan.

“Itu yang point utama. Kemudian yang kedua, jangan pernah masyarakat DKI Jakarta melakukan aksi panic buying/aksi borong. Karena begitu melakukan aksi borong, itu pembentuk harga tertinggi. Seperti itu yang pengamatan kami,” pungkasnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.