Samakan Persepsi, KPU Jakarta Adakan Sosialisasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024

SiberKota.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengadakan acara “Sosialisasi Pemungutan Suara dan Perhitungan Suara Pemilu Tahun 2024”.

Kegiatan sosialisasi tersebut berlokasi di hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat pada Rabu (31/1).

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Sosialisasi Masyarakat KPU DKI Jakarta, Astri Megatari menjelaskan beberapa hal dalam kegiatan sosialisasi ini.

Astri menyarankan, agar mengatur waktu kehadiran bagi para pemilih pada hari pencoblosan di Pemilu 2024 nanti.

Sebab, efisiensi waktu akan berfungsi dalam mengatur flow, sehingga tidak terjadinya penumpukan di area Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Saran waktu kehadiran ini fungsinya untuk mengatur flow bagi pemilih supaya tidak terjadi lot yang berlebihan di TPS,” ucapnya.

Astri mengungkapkan, terdapat empat gelombang untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024 mendatang di Jakarta.

“Pukul 07.00-08.00, 08.00-09.00, 09.00-10.00, dan pukul 10.00-11.00 WIB,” urainya.

Kemudian, untuk waktu pemilih DPTB (Daftar Pemilih Tambahan) ialah dua jam sebelum pemungutan suara selesai atau dari pukul 11.00 WIB.

Sedangkan, untuk waktu pemilih DPK (Daftar Pemilih Khusus) itu mulai dari pukul 12.00-13.00 WIB.

Namun, apabila dalam pengaturan waktu kehadiran itu gagal, Astri meminta agar tetap melayani para pemilih.

Sebab, pengaturan waktu itu hanyalah sekedar saran yang bertujuan agar tidak terjadi penumpukan yang berlebihan di TPS.

“Nah, bagaimana kalau misalnya pemilih DPT nya datang tidak sesuai saran waktu kehadiran, ini tetap masih bisa dilayani,” tandasnya.

Sementara, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI Jakarta, Dody Wijaya menegaskan, kegiatan sosialisasi ini berkewajiban menjelaskan aturan-aturan Pemilu 2024.

Seperti halnya, lanjut Dody, menjelaskan tata cara pemungutan dan perhitungan suara Pemilu 2024 agar mengerti aturan mainnya.

Sebab, para peserta sosialisasi akan melakukan bimbingan dan teknis (Bimtek) pada saksi dan jajaran pengurusnya.

“Jadi, kami harus memastikan penyamaan persepsi dan frame yang sama tentang tata pemungutan perhitungan suara,” ungkapnya.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.