Real Madrid Masih Perkasa di Benua Biru

Siberkota.com – Untuk yang ke-14 kalinya, Real Madrid membuktikan diri sebagai Raja Eropa setelah memenangkan Liga Champion 2021-2022. Di partai final, El Real menang tipis 1-0 atas Liverpool dalam pertandingan yang digelar di Stade de France, Paris, Perancis , Minggu (29/5/2022) dini hari WIB.

Untuk mengukir La Decimocurta atau gelar ke-14, El Real tidak memperolehnya dengan mudah.
Vinicius Junior menjadi pencetak gol semata wayang di babak kedua sekaligus menggagalkan asa Liverpool meraih gelar ketiga musim ini, menyusul Piala Liga Inggris dan Piala FA.

Misi balas dendam The Reds gagal. Skuad asuhan Juergen Klopp itu kembali menelan pil pahit seperti pada Final Liga Champions 2018 saat dikalahkan Madrid 3-1.

Real Madrid tertekan di Stade de France sejak menit awal. Liverpool bahkan menguasai hampir sepanjang pertandingan dengan 57% penguasaan bola dengan membuat 24 upaya tembakan dengan sembilan di antaranya on target.

Namun, tak ada satu pun yang berbuah gol. Sebaliknya, Madrid hanya meraih satu tembakan on target dari tiga kali percobaan dan itu berbuah gol lewat Vinicius Junior di menit ke-59.

“Saya tidak percaya. Kami memiliki musim yang fantastis. Kami melakukannya dengan sangat baik. Itu adalah pertandingan yang sulit dan kami sangat menderita di babak pertama. Pada akhirnya saya pikir kami pantas mendapatkannya, memenangkan kompetisi ini,” ucap Pelatih Madrid Carlo Ancelotti.

Bagi Ancelotti, gelar ini begitu prestisius. Sebab, juru taktik asal Italia itu resmi menjadi pelatih dengan gelar terbanyak di ajang ini, yakni empat trofi. Sebelum ini Ancelotti meraihnya bersama Madrid di musim 2013/2014 serta AC Milan di musim 2002/2003 dan 2006/2007.

“Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Saya seorang pria pemegang rekor. Saya beruntung datang ke sini tahun lalu dan memiliki musim yang fantastis. Klub yang fantastis, skuad yang sangat bagus dengan banyak kualitas dan karakter mental. Musim ini berada di puncak,” terang Ancelotti.

Laga ini juga sebagai pembuktian bagi Thibaut Courtois. Penjaga gawang asal Belgia itu melakukan sembilan penyelamatan sekaligus menjadi rekor penyelamatan terbanyak untuk seorang kiper di final Liga Champions sejak pengumpulan data dilakukan pada 2003/2004. Aksi gemilangnya yang membuat lini depan Liverpool frustrasi itu juga mencatatkan namanya sebagai pemain terbaik di laga final itu.

“Kemarin dalam konferensi pers saya mengatakan bahwa ketika Madrid memainkan partai final, mereka akan menang. Saya berada di sisi sejarah yang baik,” ujarnya.

“Saya melihat banyak tweet datang mengarah kepada saya bahwa saya akan banyak direndahkan hari ini, tetapi yang terjadi sebaliknya,” lanjutnya.

Sementara itu, hasil ini membuat The Reds gagal meraih gelar ketujuh Liga Champions. Ini juga akhir yang memilukan untuk musim yang tak terlupakan bagi Liverpool.

Setelah memenangkan Piala Liga Inggris dan Piala FA, Liverpool disingkirkan Manchester City di Liga Premier dengan selisih satu poin dan gagal di Final Liga Champions. Namun, Manajer Liverpool Juergen Klopp meyakini timnya akan kembali lebih kuat di musim depan.

“Tidak buruk untuk mencapai final. Itu sudah semacam kesuksesan walaupun kesuksesan yang kami inginkan, tapi saya punya firasat kuat bahwa kami akan datang lagi,” kata Klopp.

“Para pemain sangat kompetitif, kami memiliki tim yang luar biasa dan kami akan melakukannya lagi tahun depan. Di mana finalnya tahun depan? Istanbul? Pesan hotelnya,” lanjutnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.