Hari Pertama Penerapan SO5 Picu Kelambatan Lalu-lintas KRL

Siberkota.com, Jakarta – Hasil penerapan pola operasi switch over (SO)5 perjalanan KRL pada hari pertama ditemukan terjadinya kelambatan kereta. Hal itu dipicu dilakukannya pembatasan kecepatan kereta yang masuk maupun keluar Stasiun Manggarai.

Saat penerapan SO 5 di hari pertama, tercatat ada sebanyak 464.451 orang pengguna KRL. Di Stasiun Manggarai, volume pengguna sebanyak 20.152 orang. Dimana kepadatan pengguna transit didalamnya mencapai 120.000 sampai 200.000 orang rata-rata perharinya.

“KAI Commuter memohon maaf terjadi kelambatan yang cukup tinggi pada hari pertama, mengingat adanya pembatasan kecepatan menuju dan keluar Stasiun Manggarai pasca SO 5 untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta. Namun pada sore hari, hal ini dapat diatasi dengan memotong relasi untuk memperkecil kelambatan. Pembatasan kecepatan pun terus dilakukan evaluasi agar dapat ditingkatkan,” tutur VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba lewat keterangan resmi, Minggu (29/5/2022).

Sebelum dilakukan SO5, pengguna harus menyeberang rel ketika melakukan transit perjalanan, namun saat ini dengan 60% pembangunan Stasiun Manggarai, pengguna yang transit cukup naik dan turun menuju peron tujuan dengan menggunakan tangga manual, lift, dan eskalator.

Ini merupakan bagian dari perencanaan proyek Double-Double Track (DDT) yang memisahkan jalur Lin Bogor, Lin Bekasi, kereta bandara, kereta jarak jauh, serta pengaktifan jalur layang. Pembangunan ini untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan para pengguna saat berpindah kereta seiring terus bertambahnya perjalanan kereta yang melintas Stasiun Manggarai dan terus bertambahnya volume pengguna. 

Di hari pertama perubahan pola operasi ini, KAI Commuter langsung melakukan evaluasi mengingat adaptasi terhadap perubahan ini diperlukan baik dari sisi operasional, pelayanan, dan pengenalan fasilitas yang ada di Stasiun Manggarai.

KAI Commuter juga mengoperasikan KRL Feeder relasi Manggarai-Angke/Kampung Bandan melalui peron 8 untuk mengantisipasi kepadatan di peron 6 dan 7 dampak dari kelambatan dan potong relasi sehingga dapat mengurangi kepadatan di stasiun.

KAI Commuter juga menyiapkan petugas agar setiap fasilitas yang ada di Stasiun Manggarai dapat tersosialisasi dengan baik sehingga transit pengguna lebih dimudahkan dan dapat terlayani dengan baik.

“Di hari Minggu (29/5/2022) ini, berdasarkan hasil evaluasi KAI Commuter melakukan perbaikan pola operasi dan stabling KRL agar terus dapat memperbaiki pola operasi pasca SO5 sehingga di hari kerja yang dimulai Senin (30/5/2022) esok dapat berjalan lebih baik,” tandasnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.