Pasien Melahirkan yang Sempat Tertahan di RSUD Kota Tangerang Akhir Pulang Menyisahkan Hutang

Siberkota.com, Tangerang – Keluaga kecil Adam yang sempat tertahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang karena tidak mampu membayar tagihan biaya persalinan lahiran istrinya akhirnya bisa pulang meski harus menyisahkan hutang.

Hal itu seperti disampaikan Adam kepada Titikkata saat ditemui pada Jum’at (13/6/2025) malam ketika beranjak  angkat kaki dari RSUD Kota Tangerang.

“Ya alhamdulilah sekarang kita sudah keluar, cuman ada keringanan kayak bisa bayar dulu separuh, sisanya itu bisa perbulan dalam jangka waktu sepuluh bulan, dikasih waktu sepuluh bulan, itu perbulannya wajib bayar, cuman seikhlasnya aja lah mau masuk nya berapa aja, tadi bayarnya 4 juta dari total 10 juta lima ratus,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Adam menyampaikan harapannya.

“Harapannya ya gimana lah caranya supaya ada lebih keringanan lagi dengan kondisi saya, itu juga 4 juta dapat pinjam dari keluarga, keponakan, kakak gitu, digabungin bukan duit pribadi saya,” harap Adam.

Kwitansi bukti pembayaran separuh biaya layanan medis pasien melahirkan RSUD Kota Tangerang Iis Maryati.

Adam berpesan kepada pihak RSUD Kota Tangerang agar terbuka dan mempermudah dalam mengambil kebijakan terkait kendalah yang dialami oleh para pasien, terlebih untuk pasien yang memiliki kerbatasan pengetahuan maupun ekonomi.

“Ya semoga aja lah istilah nya terbuka, jangan banyak elak itu ini itu ini, harus ibaratnya kalau yang udah diucapkan itu harus sama, jangan ditanya sama orang ini beda, sama itu beda, jadi kayak ular,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, ‘Sungguh pilu dan menyayat hati’. Mungkin itulah ungkapan kata tepat yang dirasakan keluarga kecil Adam yang istrinya saat ini menjadi pasien melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang.

Sebab, mereka tertahan untuk pulang kerumah karena tidak mampu membayar biaya layanan medis RSUD Kota Tangerang.

Ditemui pada Jum’at (13/6/2025), Suami Iis Maryati, Adam menyampaikan keluhannya.

“Intinya masalah keuangan lah pak ya, saya udah mentok sana sini, mau pinjam sana sini saya ngga ada, habisnya harus gimana lagi, sedangkan pihak rumah sakit mana ngga ada toleransi, ngga ada kebijaksanaan. Ketika saya itikad baik pun bayar separuhnya dulu tetap ngga bisa, saya harus minta tolong sama siapa, harus gimana jalan keluarnya, sedangkan yang ada saya tertekan disini, harus bayar, tetap harus bayar. Selalu ditekan begini bang? iya. Bayarannya kalau kemarin dari hasil perhitungannya hampir sepuluh jutaan, ngga tau sekarang udah berapa,” keluhnya.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.