Pabrik Oli Cemari Sungai, Warga di Sepatan Mual dan Pusing

Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Sejumlah warga dibeberapa wilayah Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang mengaku mual dan pusing karena aroma bau limbah disepanjang aliran air sungai cirarab yang diduga berasal dari pabrik oli.

Hal tersebut salah satunya dirasakan oleh Warga Gren Permata Sepatan, Kecamatan Sepatan, Deden mengatakan, setiap malam dirinya bersama warga lainnya selalu mencium bau aroma oli yang sudah membusuk.

“Bau oli yang sudah lama, dan aromanya itu membuat mual dan pusing, ” kata Deden, Kamis (3/3/2022).

Ditempat terpisah warga Kampung Sarakan, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Daman Huri juga mengungkapkan hal yang sama, bahkan aroma tersebut sudah menyerbak sejak dua bulan terakhir. Menurut pria yang disapa Among, aroma tersebut sangat menganggu aktivitas warga setempat, bahkan dirinya khawatir aroma itu bisa menyebabkan penyakit saluran pernafasan. Pasalnya, warga setiap hari menghirup aroma bau tersebut.

“Mungkin kurang lebih sudah dua bulan, aroma ini menyerbak mengganggu masyarakat, ” tuturnya.

Kemudian menyusul warga Kampung Bubulak, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Saepudin menambahkan, dirinya berharap pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bisa segera bergerak untuk melakukan pengecekan dan mencari sumber bau tersebut.

“Sepertinya aroma itu ditimbulkan oleh salah satu pabrik Oli, karena aroma yang ditimbulkan mengeluarkan bau oli yang busuk, kami berharap pemerintah bisa bergerak cepat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pisangan Jaya, Muhamad Hotib mengaku, sudah banyak aduan masyarakat yang mengeluhkan aroma bau oli tersebut. Diantaranya, warga  Kampung Sarakan, Perumahan Peramata Sepatan, Geriya Sepatan, Kampung Bubulak,  dan Kampung Bendungan, Desa Pisangan Jaya.

Pria yang disapa akrab Balok itu berharap, Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa segera melakukan pengecekan. Dan apabila ada yang terbukti melakukan pencemaran limbah, dia meminta agar perusahaan atau oknum pemilik pabrik diberikan sanksi dan diperingatkan untuk tidak membuang limbah secara sembarangan lagi.

“Memang sudah banyak sekali warga yang mengeluhkan aroma tersebut. Bahkan, semalam banyak sekali warga yang datang dan menelpon saya karena mengeluhkan aroma itu. Saya rasa aroma itu ditimbulkan dari sungai cirarab, kemungkinan limbahnya dibuang ke sana, ” tandasnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.