Menembus Sunyi Demi Kemanusiaan, PIKI Awards 2026 Apresiasi Para Pahlawan Nyata Bangsa
Siberkota.com, Jakarta — Di tengah dinamika kehidupan berbangsa yang sering kali riuh oleh kepentingan jangka pendek, masih banyak insan teladan yang memilih mendedikasikan hidupnya dengan tekun, tulus, dan kerap kali jauh dari sorotan kamera. Semangat inilah yang menginspirasi Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi PIKI Awards 2026 di studio Metro TV, Jakarta.
Ajang penuh inspirasi ini bukan sekadar penganugerahan biasa, melainkan sebuah bentuk pengakuan tulus atas kesaksian hidup bahwa akal budi, keahlian, dan iman dapat berjalan beriringan demi kebaikan sesama.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa lembaganya sengaja menengok dan mengangkat figur-figur yang bekerja di balik layar demi kepentingan bangsa. Pada kesempatan tersebut, Maruarar menyampaikan dua pernyataan penting.
“PIKI memilih untuk menengok dan mengangkat mereka yang bekerja dengan tekun, sering kali jauh dari sorotan. Itu adalah pilihan yang bermakna,” kata Bang Ara, sapaan akrabnya.
“Penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas prestasi pribadi, tapi juga kesaksian bahwa akal budi, keahlian, dan iman dapat berjalan bersama demi kebaikan sesama,” tambahnya.
Di balik suksesnya malam penganugerahan ini, proses penjurian dan seleksi yang ketat menjadi fondasi utama dalam mencari figur-figur terbaik bangsa.
Kenedi Sihombing selaku perwakilan tim penjurian menyampaikan bahwa penentuan para penerima penghargaan dilakukan melalui peninjauan rekam jejak yang mendalam.
“Kami menyaring dan menetapkan para nomine melalui penilaian objektif agar penghargaan ini benar-benar jatuh kepada tangan yang tepat—mereka yang konsisten mendedikasikan hidup dan karyanya bagi keadilan serta kemaslahatan masyarakat,” ujar Kenedi
Malam penganugerahan tersebut memberikan apresiasi dan penghargaan kepada delapan kategori tokoh dan apresiasi khusus, yang diawali dengan delapan kategori utama berikut:
1. Tokoh Kesehatan: dr. Lie Agustinus Darmawan.
2. Tokoh Kebudayaan: Bambang Noersena.
3. Tokoh Lingkungan Hidup: Saptoyo.
4. Tokoh Pemberdayaan UMKM: Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna).
5. Tokoh Pendidikan: Saur Marlina Manurung (Butet Manurung).
6. Tokoh Toleransi: Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag.
7. Tokoh Riset dan Inovasi: Prof. (H.C.) Dr. Carina Citra Dewi Joe.
8. Tokoh Penggiat Anti-Korupsi: Almarhum Prof. Dr. H. Artidjo Alkostar.
Serta dua kategori tambahan dan apresiasi khusus yang ditempatkan melengkapi penghargaan tersebut:
1. Yayasan Filantropi: Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
2. Tokoh Penggiat Kebebasan Beribadah: H. Gugun Gumilar.
Sebagai bagian dari refleksi kebangsaan, Ketua Umum PGI sekaligus Dewan Kehormatan DPP PIKI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputi, mengingatkan pentingnya merawat persatuan di tengah kemajemukan.
“Kita dipanggil untuk tugas yang sama, menghadirkan damai sejahtera di tengah bangsa ini, karena perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan modal untuk berjalan bersama,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Kehormatan DPP PIKI, Hasyim Joyo Hadikusumo, turut menekankan pentingnya membangkitkan semangat gotong-royong ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha kecil.
“Penghargaan terhadap tokoh UMKM itu akan membangunkan semangat untuk UMKM lainnya membangun bisnis mereka masing-masing, dan untuk itu Piky memberikan penghargaan award kepada tokoh UMKM,” pungkasnya.
Melalui kisah-kisah keteladanan yang menyentuh hati—mulai dari para penyelamat lingkungan, inovator riset, pegiat kebebasan beribadah, hingga pembela keadilan—PIKI Awards 2026 ditutup dengan doa bersama serta alunan merdu paduan suara PIKI Choir.
Acara ini meninggalkan pesan mendalam bahwa terang Allah akan selalu menyertai insan-insan pelita yang menyala demi masa depan bangsa yang lebih harmonis dan berkeadilan.