FEB Gelar Diskusi Publik Peran Strategis Pertamina dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional 

Siberkota.com, Jakarta – Forum Energi Berdaulat (FEB) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik Kedaulatan Energi: Peran Pertamina dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di Kantor Penghubung Provinsi Jambi, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog publik untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya kedaulatan energi sebagai fondasi ketahanan nasional, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan Indonesia.

Diskusi tersebut menghadirkan Agus Riyanto, M.E., Ekonom dan Pengamat Kebijakan Publik, sebagai salah satu narasumber. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Koordinator Nasional Forum Energi Berdaulat, Aos Firdaus, dengan membawa perspektif utama “Energi Berdaulat, Masyarakat Sejahtera, Indonesia Maju.”

Forum ini menyoroti posisi strategis sektor energi dalam menentukan arah pembangunan nasional. Di tengah dinamika geopolitik, tantangan transisi energi, kebutuhan energi yang terus meningkat, serta tuntutan terhadap kemandirian ekonomi, Indonesia perlu memperkuat kemampuan mengelola sumber daya energi secara berkelanjutan, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Dalam pemaparannya, Agus Riyanto menekankan bahwa PT Pertamina (Persero) memegang peranan besar sebagai badan usaha milik negara (BUMN) strategis yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir dalam membangun kedaulatan energi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut perspektif yang disampaikan dalam diskusi, integrasi bisnis Pertamina memiliki arti penting dalam memperkuat kesinambungan rantai pasok energi, mulai dari kegiatan eksplorasi dan produksi, pengolahan, distribusi, hingga penyediaan energi bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Pertamina memegang peranan besar sebagai BUMN strategis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Posisi ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan energi nasional, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya energi, serta memastikan kebutuhan energi dapat mendukung produktivitas dan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” kata Agus (24/10).

Peran strategis tersebut juga perlu diiringi dengan penguatan tata kelola perusahaan, efisiensi operasional, transparansi, inovasi teknologi, serta pengembangan sumber energi yang semakin beragam. Dengan demikian, ketahanan energi tidak hanya diukur dari ketersediaan pasokan, tetapi juga dari kemampuan bangsa menjaga keterjangkauan harga, keandalan distribusi, dan keberlanjutan pemanfaatan sumber daya energi.

Koordinator Nasional Forum Energi Berdaulat, Aos Firdaus, menegaskan bahwa kedaulatan energi harus ditempatkan sebagai agenda strategis nasional yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

Menurut FEB, energi bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan faktor fundamental yang menentukan daya saing industri, keberlangsungan usaha, pemerataan pembangunan, dan kualitas hidup masyarakat.

“Bagi Forum Energi Berdaulat, kedaulatan energi harus dimaknai sebagai kemampuan bangsa untuk mengelola sumber daya, memperkuat kapasitas nasional, dan memastikan energi tersedia secara andal serta terjangkau bagi masyarakat. Pertamina memiliki posisi strategis dalam upaya tersebut,” ujar Aos Firdaus.

Aos menambahkan bahwa agenda kedaulatan energi membutuhkan sinergi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, akademisi, masyarakat sipil, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kebijakan energi tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kemandirian energi untuk generasi mendatang.

Dalam konteks ini, FEB memandang bahwa penguatan Pertamina harus disertai evaluasi kebijakan yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas industri energi nasional, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi potensi energi domestik. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan terhadap gejolak pasar energi global sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Diskusi publik ini menempatkan kedaulatan energi dalam tiga dimensi yang saling berkaitan. Pertama yaitu energi berdaulat, yakni kemampuan Indonesia memperkuat kendali atas pengelolaan sumber daya energi, meningkatkan kapasitas produksi dan pengolahan domestik, serta mengurangi kerentanan terhadap gangguan pasokan eksternal.

Kedua, masyarakat sejahtera, yakni memastikan kebijakan energi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui ketersediaan pasokan yang andal, harga yang terjangkau, pemerataan akses energi, dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketiga, Indonesia maju, yakni menjadikan sektor energi sebagai penggerak industrialisasi, peningkatan nilai tambah sumber daya alam, penciptaan lapangan kerja, dan transformasi ekonomi nasional untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.

Ketiga dimensi tersebut menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan energi tidak cukup dinilai dari besarnya investasi atau kapasitas produksi semata. Ukuran keberhasilannya juga terletak pada sejauh mana pengelolaan energi memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Forum Energi Berdaulat mendorong agar diskursus mengenai masa depan energi nasional terus dikembangkan secara terbuka, konstruktif, dan berbasis kepentingan publik. Peran Pertamina sebagai BUMN strategis perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan nasional yang mengintegrasikan ketahanan pasokan, kemandirian industri, tata kelola yang akuntabel, serta pemerataan manfaat ekonomi.

FEB juga menilai bahwa tantangan energi ke depan membutuhkan kebijakan yang konsisten, penguatan kapasitas teknologi nasional, pengembangan energi baru dan terbarukan secara terukur, serta pengelolaan transisi energi yang memperhatikan daya beli masyarakat dan ketahanan industri.

Forum Energi Berdaulat berkomitmen untuk terus menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan mengenai kebijakan energi yang berpihak pada kepentingan nasional. Melalui diskusi publik dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, FEB berharap tumbuh pemahaman bersama bahwa kedaulatan energi merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan visi jangka panjang dan langkah nyata.

Dengan memperkuat kapasitas nasional, mengoptimalkan peran strategis Pertamina, dan memastikan kebijakan energi berorientasi pada kepentingan rakyat, Indonesia dapat membangun ketahanan energi yang lebih tangguh sekaligus memperkokoh langkah menuju Indonesia Emas 2045.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.