siberkota
Berita Terkini Hari Ini

Keren! Siswa SMAN 4 Tangsel Olah Kulit Buah Naga Jadi Camilan Sehat

Siberkota.com, Tangerang Selatan – Aksi sejumlah siswa SMAN 4 Kota Tangerang Selatan ini patut diacungi jempol. Mereka, berkreasi mengolah kulit buah naga menjadi camilan sehat berupa keripik.

Kreasi olahan camilan sehat itu dibuat oleh kelompok karya ilmiah siswa kelas XI IPA. Salah satunya bernama Dwi Adhitya.

Dwi bercerita, aksinya membuat keripik dari kulit buah naga itu bermula dari perlombaan karya tulis ilmiah yang mengangkat tema tentang lingkungan.

Dwi dan temannya pun mencoba mengamati lingkungan sekitarnya. Kemudian, dia melihat tumpukan limbah kulit buah naga.

Tak membuang waktu, Dwi kemudian meneliti soal kandungan nutrisi yang terdapat dalam kulit buah naga itu

“Saya mengamati lingkungan sekitar dan menemukan banyak limbah kulit buah naga. Akhirnya saya berinisiatif meneliti kulit buah naga tersebut,” kata Dwi di temui di sekolahnya.

Dwi pun terkejut. Dari hasil penelitian dan observasi, dia mendapati bahwa kulit buah naga ternyata memiliki banyak kandungan nutrisi. Salah satunya antioksidan.

“Setelah meneliti kandungan nutrisi, saya mulai mencoba kulit buah naga menjadi keripik,” ungkap Dwi.

Tetapi usahanya mengolah kulit buah naga itu tidak mudah. Dwi dan temannya harus mencoba berkali-kali dan gagal.

Dari berbagai kegagalan, Dwi akhirnya menemukan resep mengolah kulit buah naga menjadi keripik.

“Sempat gagal berkali-kali sampai akhirnya kemudian menemukan resep. Lalu kemudian jadi keripik kulit buah naga ini,” terangnya sambil menunjukkan keripik hasil karyanya.

Keripik itu kemudian dinamai keripik kulga yang merupakan akronim dari kulit buah naga. Pembuatannya, ternyata tidak terlalu rumit.

“Proses pembuatannya cukup mudah. Pertama siapkan kulit buah naga. Kemudian dihaluskan dan dijadikan adonan. Setelah adonan jadi lalu digoreng saja, cukup mudah,” ungkapnya.

Kini, hasil olahan keripik Kulga itu diproduksi secara terbatas. Selain untuk dikonsumsi di lingkungan sekolah, keripik sehat bernutrisi itu dijual di lingkungan warga sekitar.

“Harganya bervariasi sesuai ukuran, mulai dari Rp10-15 ribu rupiah,” pungkasnya.(Wf)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.