Siberkota.com , Jakarta – Ketinggian permukaan air dampak banjir di kawasan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan terus meningkat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Senin (8/1/2021) pagi, air sudah menggenangi pemukiman warga hingga ketinggian 2 meter.
Banjir mulai terjadi pada Minggu (7/1/2021) siang. Saat sore hari, genangan air dari luapan Sungai Ciliwung sudah setinggi 1 meter. Datangnya banjir saat itu langsung menyerang ratusan warga RT 02, 03, 04, dan 05 di RW07.
“Pagi ketinggian air di Bina Warga Rawajati seberang Kalibata Mal sudah 1,5 hingga 2 meter,” terang Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji, Senin (8/1/2021).
Ia menyebut, sejumlah warga mengungsi di puskesmas. Beberapa petugas dari relawan Basarnas, SAR, BPBD, PMI, sampai Satpol PP, sudah berada di lokasi banjir. Selain itu, titik pengungsian juga ada di kolong flyover Kalibata, serta rumah dinas dokter Jalan Bina Warga RW 07.
“PMI Jaksel pagi ini bagikan 100 nasi bungkus makanan siap saji masak di dapur umum untuk 300 warga terdampak banjir di Pejaten Timur, 150 warga Rawajati dan 100-an warga Pengadegan,” katanya.
Lurah Rawajati, Rudi Budi Budijanto menambahkan, hingga hari kedua, terdapat dua RW yang terpapar parah di wilayahnya.
“Ada dua RW yaitu RW 07 di RT 02, 03 dan 04 terdapat 100 kepala keluarga (KK) atau 150 jiwa terdampak luapan Kali Ciliwung. Kemudian RW 03 di RT 10 terdapat 20 KK atau 45 jiwa. Hingga saat ini tidak ada korban jiwa,” paparnya.(Den)