Masa Jabatan Airin Sebentar Lagi Lengser, Tercapai atau Tidak Target RPJMD-nya?
Siberkota.com, Tangerang Selatan – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany dan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengklaim prediksi capaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai pengejawantahan visi-misi dan janji kampanye mereka menjabat selama lima tahun memimpin bakal mencapai 99,46 persen di akhir 2021 nanti.
Sebagaimana diketahui, masa jabatan Airin dan wakilnya Benyamin akan berakhir pada 20 April 2021 nanti. Jabatan tersebut nantinya akan diteruskan oleh Wali dan Waki Wali Kota terpilih Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan.
Ketika ditanyai perihal target pada sektor pendidikan, Benyamin mengaku tak hapal persis target-target rencana dan janji pembangunan yang sudah tercapai di masing-masing sektor. Salah satunya di sektor pendidikan.
“Diprediksi karena ini berlanjut sampai 2021. Capaian RPJMD diprediksi akan 99,46 persen. Untuk permasing-masing sektor, saya engga hapal,” kata Benyamin Davnie usai rapat paripurna laporan keterangan pertanggungjawaban di gedung DPRD Tangsel, Senin (22/3/2021)..
Ditanya lebih lanjut perihal pembangunan gedung-gedung sekolah baru yang menjadi target dalam rencana di sektor pendidikan, Benyamin mengaku belum tahu persis laporan capaiannya.
“Pembangunan sekolah baru, sebagai target RPJMD belum tahu, sedang dalam proses. Saya belum dapat laporan lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tangsel dari fraksi PKS, Mustofa bersikap pesimis atas upaya pencapaian target pembangunan Airin dan Benyamin di sektor pendidikan.
“Banyak bahkan, (gedung) SD saja yang sudah dirancang untuk pembangunan di tahun yang lalu tidak terlaksana. Dan juga masih banyak yang belum terlaksanakan, apakah RPJMD pendidikan akan terlaksanakan, ya Wallahualam (hanya tuhan yang tahu). Itu yang menjadi PR,” kata Mustofa, Senin (22/3/2021).
Mustofa menyebut, pihak DPRD sudah seringkali bertanya perihal pembangunan gedung-gedung sekolah baru kepada Dinas Pendidikan Tangsel. Namun, Dinas Pendidikan disebut Mustopa malah lempar tanggung jawab.
“Ketika teman-teman Dindik, ditanya terkait itu, jawabannya ‘itu bukan domain kita pak, itu domain Dinas Bangunan’. Ini kan lempar tanggung jawab akhirnya,” ungkapnya.
Selain itu, Mustofa juga menyebut, dirinya sudah berkali-kali menyampaikan ke Badan Perencanaan Daerah (Bapeda). Bahwa apa yang kiranya tak bisa dilaksanakan jangan dijadikan rencana pembangunan.
“Jadi RPJMD diklaim tercapai itu kan baru klaim, bisa jadi RPJMD tercapai pelaksanaannya tapi belum tentu substansinya. Jadi ibaratnya orang Salat, ‘Saya Salat kok lima kali sehari, tapi khusu atau engga tau dah, na itu kurang lebih,” kata dia. (Red)