17 Orang Saksi Diperiksa atas Insiden Kebocoran Gas di PT Chandra Asia Pasific

SiberKota.com, Kota Cilegon – Polda Banten memeriksa 17 orang saksi atas kebocoran pembakaran gas di PT Chandra Asri Pasific, Kota Cilegon.

Kabid Humas Polda Banten, Kompol Didik Hariyanto menyatakan, pihaknya sedang memeriksa saksi baik dari masyarakat maupun PT Chanda Asri Pasific.

Didik menyebutkan, dalam pemeriksaan ini terdapat 10 orang masyarakat terdampak dan 7 orang manajemen PT Chandra Asri Pacific.

“Sedang berjalan, hasilnya nanti kita sampaikan, termasuk ada dari tiga masyarakat yang dirawat di rumah sakit, kita tanyakan terkait keterangan saksi,” ujarnya di Polres Cilegon, Senin (22/1).

Menangapi hal tersebut, Direktur Legal, External Affairs dan Circular Economy PT Chandra Asri Pasific, Edi Rivai pun angkat bicara.

Edi mengaku bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas insiden yang merugikan masyarakat sekitar itu.

“Kita akan inspeksi semuanya dengan baik. Jadi, pastinya kita akan lakukan yang terbaik,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan total terhadap warga yang terdampak, hingga memastikan semuanya.

Selain itu, ia juga meminta kepada warga keseluruhannya, agar memeriksa ke Puskesmas terdekat.

“Kita sudah berkordinasi dengan pak Wali (Kota Cilegon) kemudian Kepala Dinas Kesehatan,” terangnya.

Edi memastikan bahwa sejumlah korban atas insiden kebocoran gas yang pembuangannya melalui cerobong asap kondisinya telah aman.

Berdasarkan hasil rekapan Puskesmas, Edi mengklaim, para korban telah mendapatkan pengobatan dengan baik. Kekinian, sudah banyak yang pulang kerumahnya masing-masing.

“Kemarin kita sudah visit ke pasien, Alhamdulillah sudah pada sehat” tuturnya.

Edi juga menegaskan, PT Chandra Asia Pasific berhenti operasi. Sebab, pihaknya memastikan kesehatan dan keselamatan warga yang terdampak terlebih dahulu.

“Masih berhenti, pasti dong. Pastikan kesehatan, keselamatan buat karyawan dan masyarakat semua,” tandasnya.

Perlu diketahui, dari data yang awak media himpun sebelumnya, jumlah korban atas insiden tersebut sebanyak 406 dewasa dan 75 anak-anak.

Keseluruhannya, mendapatkan penanganan dan perawatan di beberapa Puskesmas Kota Cilegon.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.