Warga Minta Tutup Permanen PT. SLI Jika Tidak Ada Kejelasan Izin Amdal

Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Jika tidak ada kejelasan Izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Warga Minta PT. SLI (Sukses Logam Indonesia) ditutup permanen. Hal tersebut berdasarkan hasil dari forum mediasi antara warga dan pihak PT. SLI di Kantor Kecamatan Balaraja, pada Rabu (5/1/2022).

Disampaikan oleh tokoh Masyarakat Cengkok, Muhkam Hudaya usai menghadiri mediasi antara pihak perusahaan dengan warga. kata Muhkam jika pihak perusahaan belum juga mampu melengkapi dokumen tersebut, maka warga meminta PT. SLI ditutup secara permanen.

“Kalau tidak (ada kejelasan) kami berharap meminta untuk tutup, kesimpulannya antara kami ya pindah, atau pabrik yang pindah, jadi perusahaan yang memindahkan kami atau kami yang memindahkan perusahaan,” ucapnya, Rabu, (5/1/2022)

Namun kata Muhkam bahwa pihak perusahaan dalam forum mediasi masih diberikan waktu untuk mengurus Izin amdalnya sehingga untuk saat ini PT. SLI menghentikan sementara proses produksi hingga Izin amdalnya diperbaiki.

“Alhasil tadi perwakilan dari pihak Management memutuskan untuk sepakat menghentikan kegiatan sampai ada kejelasan (harus sesuai prosedur amdal) antara pihak warga dan perusahaan,” jelasnya

Kemudian, kuasa hukum warga Cengkok, Ayyub Kadriah, mewanti-wanti pihak PT. SLI agar segera memperbaiki Izin Amdalnya, Jika tidak katanya, pihaknya tidak segan-segan akan melaporkan PT. SLI ke pihak berwajib.

Maka terkait masalah ini, warga akan menuntut PT. SLI untuk mengganti kerugian kerugian materiil maupun imateriil yang ditimbulkan oleh aktivitas produksi.

“Kerugian kerugian materiil maupun imateriil yang terjadi secara terus menerus ini, kita akan gugat sampai pengadilan bahkan kita minta (ganti rugi),” tegasnya

Sementara itu, perwakilan PT. SLI, Affandi Adit membenarkan akan menghentikan sementara produksi hingga kesepakatan dengan warga sudah tercapai.

Pihaknya kata Affandi akan berkomitmen untuk terus memperbaiki Izin amdalnya sehingga dampak dari hasil proses produksi kedepan tidak merugikan masyarakat sekitar.

“Kalau masalah operasi itu akan dihentikan sementara sampai dengan ada kesepakatan antara PT. SLI dan warga,” tandasnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.