Warga Diduga di Intimidasi Jika Ingin Melaporkan BPNT dan PKH Tidak Kunjung Cair
Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Pintu Air, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji sesalkan anggaran PKH dan BPNT yang diduga tidak kunjung cair selama 3 bulan.
Yang sangat disayangkan lagi, saat para KPM ingin mengadukan hal ini, berbagi intimidasi yang diterima oleh para KPM, Rabu (04/08/2021).
Salah seorang warga Kampung Pintu Air, Desa Kohod, Kecamatan Pakihaji yang berinisial S mengatakan, dirinya yang merupakan salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) sudah bertahun-tahun tidak kunjung cair. Sementara BPNT sudah tiga bulan hanya cair sembako saja, tidak beserta uangnya.
“Kalau PKH nya sudah lama, dari anak saya SD kelas 3 sampe SMP kelas 1. Sekitar 3 tahun. Kalau BPNT cair sembakonya, tetapi uangnya tidak,” katanya kepada awak media.
Menurutnya, kejadian tersebut sudah sering terjadi dan banyak KPM yang mengeluhkan, hanya saja para KPM tidak berani untuk buka suara. Pasalnya, ketika para KPM mempertanyakan atau protes, langsung mendapat intimidasi dan ancaman dari pendamping.
“Pada takut, soalnya pernah terjadi protes lalu diancam sama oleh pendamping, katanya bakal di coret dan dilaporkan polisi. Namanya warga polos jadi pada takut dan nurut saja dengan pendamping,” terangnya.
Senada, salah seorang KPM yang berinisial N juga mengatakan, sudah 6 bulan anggaran PKH nya tidak kunjung cair. Saat N bertanya kepada pendamping, alasannya belum dicairkan oleh pemerintah.
“Udah ada 6 bulan gak cair-cair. Saat saya tanya ke pendamping katanya belum dicairkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Kordinator PKH Kabupaten Tangerang, Syafei mengatakan, bahwa banyak faktor yang membuat tidak cairnya PKH, salah satunya tidak validnya NIK. Namun, dia menegaskan akan menindak lanjuti keluhan masyarakat Kampung Pintu Air, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji.
Dia juga mengatakan, akan memanggil dan menanyakannya kepada pendamping PKH di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji.
“Memang ada beberapa faktor kenapa tidak cair. Tetapi ini menjadi laporan baru, kita akan tindak lanjut dan analisa,” tukasnya. (Yan)