siberkota
Berita Terkini Hari Ini

Warga Desa Cibogo Khawatir Potensi Longsor Pembangunan Perumahan Serpong Garden

Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Warga Kampung Cibogo RW17, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang mengaku khawatir adanya potensi tanah longsor yang mengancam nyawa serta menimbulkan kerugian materi di wilayahnya akibat dari pembangunan perumahan Garden Serpong.

Pasalnya, proyek pembangunan perumahan yang mengeruk tanah tersebut menciptakan tebing yang cukup tinggi, bahkan ketinggian hingga mencapai 3 meter.

Salah satu warga Kampung Cibogo, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Jamaludin memgatakan, bahwa masyarakat sering merasa sangat ketakutan ketika hujan deras tiba terjadi pergeseran tanah akibat tebing galian yang terkikis air hujan.

“Warga selalu ketakutan, bahkan semalam saja pas hujan, saya gak bwrani tidur. Karena takut longsor,” kata Jamaludin kepada wartawan, Kamis, (1/12/2022).

Jamaludin berharap pihak pengembang segera membangun turab agar tebing tanah tersebut tidak terjadi longsor. Sebab, sudah satu bulan lamanya tebing tanah tersebut belum diturab.

Terlebih, lanjutnya, tebing tanah akibat dari pembangunan perumahan Serpong Garden itu juga, dekat lokasinya dengan SDN Cibogo. Dimana nyawa anak sekolah bisa terancam jika terjadi longsor.

“Udah ada satu bulan, tapi belum di turab, itu deket sekolah, bisa bahaya bagi siswa disana,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Cibogo, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Sopiah mengatakan, dirinyapun merasa sangat khawatir terhadap keselamatan anak didiknya, lantaran, tebing tanah tersebut menurutnya bisa sewaktu-waktu terjadi longsor.

Ia menyebut para wali murid juga selalu mendesak dirinya agar, mengajukan turab kepada pihak pengembang dan juga pemerintah setempat. Karena jika dibiarkan bisa membahayakan nyawa anak di sekolah.

“Murid kita ada 400 kurang lebih. Kami takut ketika sedang melakukan kegiatan belajar mengajar terjadi longsor,” katanya.

Sopiah mengaku, dirinya sudah mengadukan persoalan tersebut kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan agar pembangunan turab bisa segera dikerjakan oleh pengembang, sehingga dirinya tidak merasa khawatir.

“Kami intinya berharap, bisa segera dibangun turab. Saya juga sudah melaporkan hal ini kepada Desa dan Kecamatan. Rencananya nanti Jumat (2/12) mendatang akan dilakukan rapat kordinasi di Kantor Kecamatan,” tandasnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.