Terjadi Potensi Gelombang Setinggi 6 Meter di Sebagian Perairan Indonesia

Siberkota.com, JakartaBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan  peringatan dini adanya gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 2 – 3 Desember 2021.

Siklon tropis Nyatoh (990 hPa) terpantau di Laut Filipina dan memberikan dampak tidak langsung terhadap ketinggian gelombang di wilayah perairan Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, perairan Kepulauan Halmahera, Laut Maluku, Laut Halmahera, serta Samudra Pasifik utara Halmahera – Papua.

Siklon tropis Teratai (1000 hPa) terpantau di Samudra Hindia Selatan Banten, memberikan dampak tidak langsung pada ketinggian gelombang di wilayah perairan Barat Lampung – Selatan Banten, Selat Sunda, Teluk Lampung bagian selatan dan Samudra Hindia barat Lampung – Jawa Barat.

“Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 – 30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 – 25 knot,” ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal dalam keterangannya, Kamis (2/12/2021).

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, perairan Utara Sabang, perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten, Selat Sunda, perairan Selatan Banten, serta Samudra Pasifik Utara Halmahera – Papua Barat.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 – 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Selat Malaka bagian Utara, perairan Utara Sabang, perairan Barat Aceh, perairan Pulau Simeulue – Kepulauan Mentawai, perairan Enggano – Bengkulu, perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, perairan Selatan Jawa – Pulau Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah – NTT.

Laut Natuna, perairan Selatan Kepulauan Wakatobi, Laut Banda timur Sulawesi Tenggara, Laut Sulawesi bagian Timur, perairan Bitung – Kepulauan Sitaro, perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku bagian Selatan, perairan Utara Kepulauan Banggai, perairan Barat dan Timur Kepulauan Hamahera, perairan Utara Papua Barat – Papua.

Diikuti gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 – 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Indonesia lainnya adalah Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten – Jawa Barat, perairan utara Kepulauan Anambas, perairan Anambas – Natuna, perairan Subi – Serasan, perairan Utara Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara dan Laut Halmahera, perairan Utara Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera – Papua.

“Gelombang yang sangat tinggi kisaran 4,0 – 6,0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, perairan Utara Natuna,” jelasnya.

Menurutnya, potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter).

Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), dan kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter).

“Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tandas Herizal.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.