Pandangan Pengamat Politik Soal Pramono-Rano Klaim Kemenangan Pilgub DKI Jakarta
Siberkota.com, Jakarat – Pengamat politik, Efriza menyoroti sikap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno yang telah mengklaim kemenangan meskipun ada sinyal dua putaran dari KPU DKI dan paslon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono.
Efriza mengatakan, hak demikian menjadi persoalan, hanya saja jangan terlalu terburu-buru.
“Dan apa yang terjadi nantinya klaim kemenangan? Klaim memenangan ini boleh-boleh saja didalam demokrasi tapi jangan juga terlalu terburu-buru, terlalu dini, merasa percaya diri bahwa C hasil yang ditetapkannya sudah merupakan C hasil seluruh TPS. Belum tentu, bisa saja C hasil itu adalah sebuah representatif saja. Karena wilayah Jakarta begitu luas, TPS begitu banyak, baik di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan kepulauan seribu, dan ini harus di hargai proses demokrasi,” kata Efriza melalui video, Jumat (29/11/2024)
Efriza melanjutkan, begitu pun sebaliknya, mereka harus menghargai bagaimana klaim adanya kecurangan yang disampaikan oleh RK dan Suswono, maupun klaim bahwa mereka menyatakan bisa saja nantinya hal ini akan ada masuk putaran kedua.
“Karena real count KPU belum terjadi. Belum di sampaikan. Jadi masih menunggu 16 Desember nanti,” tambahnya.
Dia lalu menjelaskan kemungkinan buruk yang terjadi apabila klaim kemenangan ini terus dibesarkan. Dimana, yang dikhawatirkan adalah ketika terjadi putaran kedua, malah menghasilkan masyakat yang jenuh dan menghasilkan masyarakat yang enggan memilih.
“Dan sisa yang lain ketika KPU menyatakan bahwa adanya putaran kedua jangan nanti pasangan Pramono-Rano yang sudah deklarasikan kemenangan malah baper malah situasi tersebut dengan penuh kecurangan, narasi itu ada kepentingan pemerintah yang bermain, ada kepentingan pemerintah mengganggu, mandiri, imparsial, dan independen dari KPU,” ucapnya.
“Dan kalau ini yang terjadi semangat demokrasi kita bukan semangat yang saling menghargai, semangat proses demokrasi yang suptantif, malah yang terjadi adalah demokrasi prosedural saja sudah begitu kisru, begitu saling mengklaim, dan ini tidak baik bagi wajah demokrasi di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta yang memang masyakat menginginkan adanya hal baik, adanya pemimpin baru yang bisa memimpin Jakarta untuk lebih baik dan mengsejahterakan masyarakat,” tambahnya.
Diketahui, Ketua Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno, Lies Hartono alias Cak Lontong mengklaim pasangan Pramono Anung-Rano Karno telah menang di Pilkada DKI Jakarta dengan perolehan suara sebanyak 2.183.577 suara atau 50 07%.
Hal itu disampaikan Cak Lontong dalam acara syukuran kemenangan Pramono-Rano di Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2024).
Baca berita SiberKota lainnya, di Google News