siberkota
Berita Terkini Hari Ini

Pria di Tigaraksa Jadi Korban Pemerasan Aplikasi Michat

Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Seorang Pria asal Kecamatan Tigaraksa, berinsial Y (40) diketahui menjadi korban pemerasan belasan juta rupiah di aplikasi Michat.

Korban Y terpaksa menuruti pelaku lantaran diancam akan disebarkan video rekaman syur pribadi hasil dari Video Call Sex (VCS).

Kapolresta Tangerang, Polda Banten, Kombes Raden Romdhon Natakusuma mengatakan berdasarkan laporan dari korban, pihaknya telah berhasil membekuk pelaku berinisial B (22) di lokasi persembunyian nya di Desa Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

“Kami berhasil mengamankan pelaku B di Bagan Siapiapi Provinsi Riau,” kata Kombes Romdhon saat konferensi pers di Kapolresta Tangerang, Kamis, (8/12/2022).

Dikatakan Romdhon, modus tipu daya yang dilakukan tersangka ialah dengan cara menawarkan Video Call Sex (VCS) kepada korbannya dan hasil dari rekaman adegan syur korban dalam video dipakai untuk mengancam hingga memeras uang korbannya.

“Jadi tersangka ini seorang laki laki, dia akses video porno melalui Komputer kemudian di arahkan ke handphone nya ketika video call dengan korbannya,” terangnya.

“Nah dari video call itu direkam oleh pelaku buat alat mengancam dan memeras,” sambungnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Tangerang, Polda Banten, Kompol Zamrul Aini menambahkan, kepada petugas tersangka B mengaku sudah melakukan perbuatannya sejak Tahun 2018.

Dan, lanjut dia untuk korbannya tersebar di beberapa wilayah Indonesia dengan uang total hasil kejahatan yang mencapai hampir setengah Milyar Rupiah.

“Jadi kurang lebih sudah 4 tahun tersangka melakukan kejahatan itu, dan total uang yang didapat hampir setengah Milyar,” ucap Zamrul.

Selain mengamankan tersangka, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti berupa, 10 lembar foto bukti transfer, 1 lembar foto buku tabungan BCA atas nama Ricky Wijaya, 1 bandel bukti rekening koran bulan oktober 2022 Bank BCA dan 1 buah screenshot Michat atas nama Riana.

Kemudian Satu buah screenshot Facebook atas nama akun Bibi Sinta, 1 Buah Handphone merk Vivo warna Biru, 2 Buah Sim Card Simpati, 1 Buah Layar Monitor Komputer dan 1 Buah CPU.

Zamrul menyebut, kepada pelaku B dijerat pasal 45 ayat (1) Juncto 27 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (4) Juncto Pasal 27 ayat (4) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang – Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

“Dengan ancaman hukuman 6 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 1 Milyar,” tandasnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.