Polda Banten Amankan Dua Pelaku Penipuan Proyek Fiktif di Cilegon

SiberKota.com, Cilegon – Polda Banten berhasil menangkap dua warga Cilegon berinisial AD (45) dan AS (50) tersangka kasus penipuan dan penggelapan proyek fiktif sebesar Rp. 1 Milyar.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimsus Polda Banten, Kompol Akbar Baskoro membenarkan adanya kejadian tersebut.

Kronologis

Kasus ini bermula, dua pelaku menawarkan paket pekerjaan pembelian aluminium, logam timah, dan besi scrap kepada korban, Matruji Franky Effendi.

Korban yang merupakan pengusaha asal Sidoarjo itu pun terjebak, sehingga, pada Oktober 2022 memberikan modal usaha atas paket pekerjaan.

Beberapa paket pekerjaan tersebut antara lain pembelian timah putih, logam alumunium, besi scrap dan paket timah putih.

Korban memberikan modal kepada tersangka melalui transfer. Kepada AD transfer sebesar Rp. 895.000.000 dan AS Rp. 120.000.000.

Namun, pada saat waktu yang telah mereka tentukan dalam pembagian hasil, kedua tersangka tidak mengembalikan uang dan keuntungan korban.

“Untuk saat ini kerugian korban totalnya Rp. 1.015.000.000,” kata Akbar di Mapolda Banten, Jumat (12/1).

Proses Penangkapan

Saat polisi melakukan penyelidikan, adanya bukti bahwa AS memang sudah lihai dalam tindak kejahatan tersebut.

Kemudian, dalam proses penangkapannya kepolisian membutuhhkan waktu yang lama. Sebab, tersangka manfaatkan posisi dan peranan-peranan teman temannya untuk bersembunyi.

“Oleh karena itu, pihak kepolisian membutuhkan waktu. Alhamdulillah kita bisa melakukan penangkapan,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari penyidik, Akbar menyatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pelaku. Namun, kedua pelaku tidak mengindahkan panggilan tersebut.

Kemudian, pihak kepolisian melakukan proses penyelidikan dan pencarian mulai dari bulan Februari hingga November 2023.

Pencarian tersebut pun akhirnya membuahkan hasil, sehingga para tersangka dapat polisi amankan.

“Kita lakukan penangkapan AS di daerah Cilegon. Selanjutnya, dua minggu kemudian penangkapan tersangka atas nama AD,” jelasnya.

Akibat dari perbuatannya, kedua tersangka terjerat Pasal 327 dan 378 KUHPidana, dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun.

Dengan adanya kejadian ini, Akbar mengimbau, apabila ada korban yang merasa tertipu atas proyek penawaran paket pekerjaan terutama bisnis scrap, segera melaporkan diri ke Polda Banten.

“Terutama yang meminta uang itu atas nama AS. Silahkan bisa membuat laporan untuk kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.