Siberkota.com, Sulawesi Selatan – Geliat sektor pariwisata di Sulawesi Selatan diharapkan segera bergairah seiring progres pembangunan jalur kereta api Makassar – Parepare yang sebentar lagi rampung.
Dikatakan Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan, Andi Amanna Gappa, sistem perkeretaapian merupakan awal dari kebangkitan perekonomian Sulawesi Selatan. Dampak dominannya seperti pada sektor perhotelan, logistik, restoran, serta pariwisata.
“Nantinya, selain sebagai angkutan penumpang perintis, kereta ini juga akan difungsikan sebagai kereta wisata menuju sejumlah objek wisata di Sulsel yang potensial seperti di daerah Kabupaten Barru dan desa wisata Rammang-Rammang,” jelas Andi, Jumat (17/6/2022).
Realisasi pembangunan jalur kereta api di Sulawesi Selatan, kata Andi, masih sesuai jadwal dan optimis dapat dioperasikan Oktober mendatang untuk angkutan penumpang.
Pengoperasian jalur kereta api Makassar-Parepare Tahap I pada Oktober 2022 nanti akan dibuka untuk angkutan penumpang pada ruas Stasiun Barru hingga Stasiun Maros sepanjang 71 kilometer. Lalu untuk angkutan barang pada ruas Stasiun Ramang-Ramang hingga Stasiun Garongkong sepanjang 80 kilometer.
Pengoperasian kereta api akan diteruskan untuk angkutan barang pada ruas Tonasa-Garongkong sepanjang 57 kilometer dan untuk angkutan penumpang pada ruas Stasiun Palanro hingga Stasiun Mandai sepanjang 102 km pada Maret 2023.
“Saat ini kami masih fokus kepada penyelesaian segmen tiga untuk ruas Pangkep-Maros, mudah-mudahan pada tahun anggaran ini dapat diselesaikan dan segera dioperasikan agar dapat dilanjutkan dengan kegiatan pengadaan tanah untuk membangun jalur kereta api menuju Kota Makassar,” papar Andi.
“Di samping itu, ada pembangunan jalur mainline, juga dibangun siding track untuk akses menuju stasiun pelabuhan terpadu di Garongkong sepanjang 4,7 km dan siding track menuju Tonasa sepanjang 9,7 km oleh KPBU,” sambungnya.
Pembangunan siding track pada proyek ini dimaksudkan untuk menyediakan akses dari pusat-pusat produksi menuju pelabuhan guna mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan setempat.
Kawasan Maros-Barru memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Pada Mei 2022 dilaporkan bahwa potensi semen yang dapat diangkut 6.000 – 10.000 ton/bulan dari Tonasa dan hampir 3,5 juta ton per tahun dari Bosowa, menuju Pelabuhan Garongkong, Barru dengan menggunakan kereta api.
Selain potensi angkutan semen, jalur kereta api ini juga diharapkan dapat memaksimalkan potensi pariwisata di kawasan Maros-Barru.
“Kawasan ini terkenal dengan wisata geopark, pantai, hingga kuliner yang sangat berpotensi menarik wisatawan jika terhubung dengan kereta api,” tandas Andi.