Laporan Sudah Hampir 2 Tahun Belum Ada Tersangka, Pelapor Keluhkan Kinerja Polres Tangsel

Siberkota.com, Tangsel – Paisal Cakrawilaga mengeluhkan lambannya kinerja Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dalam menangani persoalan kasus pemalsuan surat dan penggelapan dana asuransi yang dilaporkannya.

Pasalnya, sampai saat ini laporan polisi dengan nomor : TBL/B/1939/X/2022/SPKT/Polres Tangerang Selatan/Polda Metro Jaya, tanggal 11 Oktober 2022 terkait tindak pidana Pemalsuan dan atau Penggelapan belum ada tersangka dalam kasus tersebut.

Cakra menjelaskan, dirinya sangat menyesalkan dalam hal kinerja Polres Tangsel atas lambannya mengungkap atau menyelesaikan kasus dugaan pemalsuan dokumen dan penggelapan yang dilakukan oleh salah satu oknum ASN Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Serpong tersebut. Seharusnya, dalam kurun waktu 8 sampai maksimal 12 bulan persoalan ini sudah masuk ke kejaksaan.

“Namun kenyataannya, sejak pertama kali laporan itu dibuat di tahun 2022 bulan Oktober, hingga 2024 ini kasusnya baru sampai tahap gelar perkara, belum ada menetapkan tersangka, bahkan kira-kira kasus ini mungkin bisa lebih lama lagi, mungkin bahkan bisa molor lagi beberapa bukan ke depan gitu,” ungkap Cakra saat diminta keterangan, Kamis 27 Juni 2024.

Lebih lanjut, Cakra menjelaskan kronologis awal mula dirinya menjadi korban pemalsuan surat dan penggelapan dana asuransi.

“Sekitar tahun 2022, saya teringat kalau saya punya dua asuransi, AXA dan Prudential. Kemudian saya mau mencairkan polis tersebut, ternyata setelah saya Full Up ke asuransi teryata kedua asuransi tersebut sudah dicairkan diperiode tahun 20220. Kedua polis itu dicairkan oleh salah satu staff ASN yang bertugas di lingkungan Brin, Serpong. Yang mana untuk mensukseskan misi tersebut terlapor atau ASN tersebut dibantu oleh anaknya yang berinisial OD, yang saat ini OD itu diperkirakan tinggal dikawasan Pondok Aren, sedangkan si terlapor di darah Cisauk. Untuk kerugian sendiri ditaksir sekitar 49 juta rupiah dari kedua asuransi itu, baik AXA maupun Prudential,” jelasnya.

Oleh karena itu, Cakra berharap kepada Polres Tangsel dapat lebih cepat dalam menangani persoalan kasus yang tidak termasuk besar tersebut.

“Saya berharap dalam beberapa bulan ke depan, Polres Tangsel dapat mengungkap kasus ini dapat menetapkan status tersangka. Kemudian jika dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan Polres Tangsel masih dinilai lamban dalam menangani kasus ini. Mungkin saya akan melakukan upaya lainnya, melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Mungkin saya akan konsultasi dengan Irwas atau dengan Program Polda Metro dengan harapan kasus ini bisa selesai dalam kurun waktu semaksimalnya 2 tahun saya membuat LP ini, sejak Oktober 2022,” harapnya.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.