Komisi A DPRD DKI Gelar Lagi Mediasi dengan Warga Kapuk yang Terancam Tergusur

SiberKota.com, Jakarta – Perihal empat warga Kapuk yang terancam tergusur, Komisi A DPRD DKI Jakarta kembali mengusahakan mediasi terhadap beberapa pihak.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Simon Lamakadu menyatakan, percobaan mediasi ini antara warga Kapuk, Pemerintah, dan pihak swasta.

Namun, terdapat sebagian pihak tidak ikut hadir dalam mediasi yang pihak Komisi A DPRD DKI Jakarta lakukan.

“Kami coba memediasi kedua belah pihak, baik pihak warga, pemerintah, termasuk pihak pabrik. Cuma sayangnya mereka nggak hadir,” ucap Simon di Gedung DPRD DKI, Senin (4/3).

Dengan mediasi tersebut, Simon berharap bisa menyelesaikan permasalahan dengan cara kekeluargaan.

“Harapan kami persoalan bisa selesai secara kekeluargaan dulu, karena memang lahan di situ milik daerah atau milik negara,” harapnya.

Simon juga mengungkapkan, mediasi yang pihaknya lakukan, karena warga yang terancam tergusur merasa tidak adanya tindakan yang manusiawi.

“Kita coba mediasi dulu dengan pihak pemilik pabrik yang ada di belakang situ, sehingga kemudian mereka merasa dihargai mereka,” tuturnya.

Dengan mediasi ini juga, Simon berharap mendapatkan solusi terbaik untuk empat kepala keluarga (KK) yang terancam tergusur itu.

“Nanti kedepannya mungkin enggak perlu ke DPRD kalau misalnya bisa selesai secara kekeluargaan antara warga dengan pabrik,” tandasnya.

Langkah Kecamatan untuk 4 Warga Kapuk yang Terancam Tergusur

Sementara, Wakil Camat Cengkareng, Jakarta Barat, Suhardin mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum bisa berbuat apa-apa.

Kendati begitu, Suhardin mengungkapkan bahwa musyawarah sudah berjalan baru di tingkat Rukun Tetangga (RT).

Sehingga, kedepannya rencana tersebut akan berlanjut dalam musyawarah di tingkat kelurahan, tanpa ke tingkat Kecamatan.

“Nanti akan musyawarah lagi oleh Pak Lurah. Kalau Pak Lurah belum selesai, mungkin kita fasilitasi lagi di kecamatan,” jelasnya.

Suhardi menegaskan bahwa ia belum mengetahui secara detail tentang permasalahan penggusuran tehadap empat warga Kapuk.

“Masalahnya itu secara detail saya belum tau, karena belum ada laporan maupun belum ada permintaan dari kedua bela pihak,” ungkapnya.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.