Siberkota.com, Jakarta – Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tirmidzi mengutarakan, varian virus Delta masih merupakan varian yang mendominasi di Indonesia. Oleh karenanya, dihimbau perlunya penguatan di pintu masuk kedatangan Indonesia dengan pemeriksaan Swab PCR 3 kali Negatif dan mewajibkan karantina 5 hari bagi pendatang dari luar Indonesia.
“Dan terkahir pemeriksaan genom sequensing untuk spesimen yang positif,” ujar Siti, Minggu (31/10/2021).
Sebelumnya, Singapura melaporkan kasus pertama varian Delta plis AY.4.2. Varian ini dikhawatirkan lantaran memicu peningkatan kasus covid-19 di Inggris dan merebak ke negara-negara Asia. Selain itu, dirinya juga menargetkan untuk terus melakukan vaksinasi sebagai pencegahan, dan akan mencapai target maksimal di akhir tahun 2021.
“Untuk dosis 1 minimal tahun ini 80-85 persen dan untuk dosis kedua mencapai 60-65 persen,” jelasnya.
Sejalan, Kepala Pusat Riset Lmbaga Biologi molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, sejauh ini varian Delta memang masih mendominasi.
“Masih varian Delta dan turunannya, yakni AY. 23 dan AY. 24,” paar Amin.
Perlu diketahui, AY.4.2 mempunyai 2 mutasi si dalamnya sehingga bisa memperkuat penularan strain covid. Para ilmuwan percaya jika sub varian ini lebih mudah menular hingga 10-15 persen daripada varian Delta asli yang telah mendominasi kasus covid seluruh dunia.