Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta Ingin Disulap Jadi Jalur Sepeda?
Siberkota.com, Jakarta – Tiang-tiang monorel mangkrak yang membentang sepanjang sekitar 14 kilometer dari Jalan Rasuna Said hingga Jalan Asia Afrika dengan jumlah tiang beton sebanyak 90 buah diusulkan menjadi jalur bagi pesepada.
Usulan itu muncul dari Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah.
“Jadi gini 2020 saya diskusi dengan salah satu pejabat di BUMN terkait dengan pemanfaatan besi-besi yang ada di sepanjang jalan yang tidak terpakai. Kita butuh jalur sepeda yang aman buat pencinta sepeda. Bagaimana mereka mau memakai sepeda ke kantor dan sebagainya kalau perjalannya tidak nyaman, salah satunya kesenggol motor, kesenggol mobil ya. Akhirnya tercetuslah ide itu, bahwa ini ada tiang monorel yang bisa dimanfaatkan,” ungkap Ida.
Lebih lanjut, menurut Ida pemanfaat tiang monorel tersebut untuk jalur sepeda cukup lumayan bagus, terlebih panjangnya sekitar 14 sampai 15 kilo meter.
“Tinggal fasilitas selanjutnya, apakah dia di setiap haltenya dikasih lift lalu atas tuh memang ada warung-warung kopi yang memang terdata dengan baik cafe dan lain sebagainya. Ini salah satu bisa menambah penghasilan ekonomi yang ada di Jakarta,” kata Ida saat ditemui di DPRD DKI, Selasa (21/1/2025).
Lalu ketika ditanya apakah ide ini pernah diusulkan ke Pemprov DKI, Ida mengaku PDIP belum pernah melakukannya secara resmi.
“Kalau ke pemprov secara resmi belum. Tapi coba diskusi dengan pak basuki waktu menjadi menteri PURPR beliau sangat merespon. Kalau memang pemda tidak mau menganggarkan karena memang waktu itu targetnya tidak menggunakan APBD, nah kalau memang pemda tidak mau menggarkan atau tidak mau pakai APBD, pemerintah pusat lewat PUPR bisa memfasilitasi atau menyiapkan anggaran untuk itu. Iu sekitar 400 atau 500 M,” kata Ida.
Sementara itu, pesepeda dari komunitas PePo Gowes, Danu Gustria mengaku aneh dengan usulan tersebut.
“Monorel dijadiin jalur sepeda itu menurut saya aneh, soalnya kan monorel konsepnya diatas. Terus juga kalau baca di beberapa artikel itu juga konsep jalur sepeda di atas juga aneh. Seharusnya kan jalur sepeda di bawa gitu. Kalau seandainya di taro dimonorel diatas itu kan jadinya sebenarnya kayak jalur transjakarta yang diatas kayak flyover gitu. Itu menurut saya aneh lihatnya, terus kalau diatas juga kan tegangan anginnya tinggi ya, membahayakan juga sebenarnya. Terus konsepnya gak ngerti sebenarnya, apakah cuma sekedar main isu aja, main lempar aja biar rame dikomunitas sepeda gitu,”kata Danu kepada TitikKata, Rabu (22/1/2025).
Baca berita SiberKota lainnya, di Google News