Soal Motor Dinas Digunakan Petugas Kemensos, Sekretaris Dinsos Tangsel: Untuk Muliakan Orang Pusat

Siberkota.com, Tangsel – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menanggapi persoalan 13 aset motor dinas yang digunakan oleh petugas Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos).

Ditemui di kantornya, pada Rabu (26/8/2026), Sekretaris Dinsos Tangsel, Muslim Nur mengakui bahwa status motor tersebut asetnya tercatat milik Dinsos Tangsel. Pihaknya memberikan fasilitas tersebut kepada pegawai Kemensos untuk menghargai dan memuliakan orang lembaga pusat dalam hal ini Kemensos.

“Status motornya punya kita, ya kita menghargai orang pusat lah yang dipekerjakan dikita, pemahaman kita orang-orang pusat itu dihargai lah gitu, mereka bekerja ke lapangan kan setiap hari, ke kecamatan, ke kelurahan, dikasih lah supaya mempermudah memperlancar mereka, setiap hari mereka bascampnya disini, padahal mereka pegawai kementerian, ya kita memuliakan tamu pusat, kalau ngga dimuliakan, ngomong ke Kemensosnya ngga enak lagi Tangsel mah begini begini, ngga dikasih fasilitas ditelantarkan,” terang Muslim saat diminta keterangan.

Disinggung soal aturan dan prosedur Muslim menyadari bahwa memberikan fasilitas ke petugas Kemensos bukan menjadi kewajiban Dinsos.

“Kalau dari sisi aturan kewajiban sih ngga, cuma kita menjaga hubungan baik lah supaya image nya jangan jelek mereka di Tangsel ditelantarkan atau apa lah gitu ya. Ya dikasih kantor juga Dinsos belum punya kantor yang resentatif mungkin untuk mereka, padahal mereka butuh sekretariat, butuh mobilitas ya dibantu lah sama kita orang-orang pusat, jangan sampai mereka punya image yang ngga baik lah di Tangsel kan gitu,” ungkapnya.

Aset Kendaraan Motor Dinas Vario milik Dinas Sosial Kota Tangsel.
Aset Kendaraan Motor Dinas Vario milik Dinas Sosial Kota Tangsel.

Muslim memastikan aset tersebut aman karena selalu diawasi secara berkala oleh Dinsos Tangsel.

“Aman, setiap tahun kita catat, diiventarisir, kalau ada terus ya udah. Setiap tahun di iventarisir, bahkan penerimaan dan pemasukan termasuk pencatatan barang-barang harus setiap bulan ya dibuat, ya mudah-mudahan aman gitu kan,” paparnya.

Lebih lanjut, Muslim mengatakan, mengenai adanya keluhan staf Dinsos Tangsel yang lebih membutuhkan fasilitas motor dinas, pihaknya akan memenuhi kebutuhan itu secara bertahap.

“Sedikit sedikit lah nanti kita penuhi, kan tidak sekaligus, bertahap lah. Tapikan kita lebih mengutamakan orang lain, biasa lah itu. Kalau ibarat dalam keluarga kalau ada orang lain, kalau makan tuh, makan dulu deh yang lain kalau keluarga nanti aja dulu kan biasanya gitu, kan biasa adat kita begitu, kalau ada tamu ya tamu dulu yang makan kita belakangan aja. Staf lapangan dinsos sebetulnya pada punya, mungkin punyanya itu kendaraan sendiri, pribadi,” Pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, untuk mendukung program kerja dalam melayani masyarakat, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercatat memiliki aset fasilitas kendaraan motor dinas sebanyak 13 unit kendaraan motor jenis Honda Vario.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari 13 kendaraan motor dinas yang dibeli dari uang APBD Kota Tangerang Selatan itu, tidak satupun motor dinas tersebut digunakan oleh pegawai ataupun petugas yang bekerja di Dinsos Tangsel. Namun Anehnya, justru motor dinas tersebut justru digunakan oleh para petugas Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.