Ribuan Ikan Mati Misterius di Situ Cangkring, DLH Kota Tangerang Uji Lab Mutu Air

Siberkota.com, Tangerang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mendatangi Situ Cangkring melakukan peninjauan terhadap air yanh menyebabkan matinya ribuan ikan jenis Mujair mati secara msterius yang diduga akibat limbah industri, Rabu (20/8/2025).

Ditemui usai melakukan pengecekan, Katimja Penanganan Pengaduan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Amaludin menjelaskan, pihaknya tengah mengambil sampel air di 3 titik lokasi mulai dari sisi utara hingga selatan.

“Diutara itu posisinya masih bagus ya, sekitar 7 lah, ditengah juga 7, tapi dibagian keatas itu udah sembilan, sembilan itu melebihi baku mutu sih tapi memang masih bisa di tolerin. Ini sampel sesaat, nanti besok kita coba cek kembali dengan kondisi yang sama cuman kita coba pagi.
Yang kedua kita melakukan pengawasan terkiat kegiatan usaha disekitar situ. ini juga belum selesai, kita masih melakukan upaya verifikasi lapangan. Tapi emang diketahui kondisi disini ikan banyak yang mati,” jelas Amaludin saat diminta keterangan.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang saat uji PH air Situ Cangkring, Periuk Jaya.

Amaludin mengaku, hingga saat ini pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap sudah tiga kali yang berawal dari laporan masyarakat.

“Pertama kita identifikasi itu hari senin, selasa kita ambil simpel air sekitar 2 titik pake laboraturium akreditasi, insaallah hasil sementaranya minggu ini ya,” terangnya.

Amaludin juga heran dengan insiden tersebut sampai berminggu-minggu tak berkesudahan mengakibatkan ikan mati.

“Kita juga ngga nyangka juga bahwa biasanya sih yang kita kejadian kita tu seperti kejadian 2019 itu cuma dua hari ya tapi ini luar biasa juga ini lebih dari satu minggu, mungkin kita akan lebih identifikasi lebih inten lagi,” tuturnya.

Katimja pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Amaludin.

Amaludin menyampaikan, dari hasil identifikasi yang sudah dilakukan belum diketahui limbah yang menyebabkan ribuan ikan mati tersebut.

“Dugaan limbahnya belum ketahuan karena hasil labnya juga belum membuktikan itu apakah memang limbah domestik atau kegiatan usaha, karena ada beberapa sumber air limbah yang masuk ke sungai atau tandon ini.
Disini poinsosnya ada domestik mulai dari sebelah selatan sampai ke sebelah utara ada sekitar 4 atau 5 titik lah seperti itu jadi kita masih melakukan identifikasi, termasuk tadi kata warga ada pabrik yang baru pabrik plastik,” pungkasnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.