Ratusan Pelajar di Jakpus Tawuran, Polisi: Berkedok Bagi-bagi Takjil

SiberKota.com, Jakarta – Polres Jakarta Pusat (Jakpus) menindak ratusan pelajar yang melakukan aksi tawuran berkedok konvoi bagi-bagi Takjil.

Untuk total keseluruhan pelajar yang telah ditindak polisi sebanyak 170 pelajar. Pasalnya, ratusan pelajar tersebut menggunakan kendaraan bermotor.

Dari penindakan tersebut, polisi berhasil menilang 80 kendaraan bermotor, menyita 26 petasan, dan menyita 18 bendera.

Kapolres Metro Jakpus, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal telah melakukan pemantauan di beberapa titik lokasi tawuran.

“Penindakan kami lakukan di empat titik yang menjadi simpul bertemu lalu lintas,” ungkapnya, Rabu (3/4).

Empat titik tersebut antara lain Salemba Jaktim, pertigaan Gunung Sahari Jakut, Bundaran HI Jaksel, dan Flyover Roxy Jakbar.

“Dari empat titik ini kami lakukan penindakan, termasuk juga daerah-daerah sebelumnya, Kemayoran juga sudah melakukan penindakan,” terangnya.

Susatyo menegaskan, tindakan ini bertujuan untuk membangun awareness bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah hukum (Wilkum) Jakarta.

Susatyo juga menyatakan, penindakan ini tidak hanya pihak kepolisian saja, melainkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Satpol PP  ikut membantu.

“Artinya, masalah anak-anak adalah masalah kita semua, tentunya yang terbaik untuk anak itu yang harus kita dahulukan,” ujarnya.

Susatyo menyebutkan, dari ratusan pelajar yang pihaknya amankan, ternyata ada dua pelajar yang positif narkoba.

“Semua sudah kami tes urin, dua pelajar positif narkoba, kita ajukan untuk rehabilitasi,” jelasnya

Ke depan, Susatyo berharap agar para siswa dan orang tua siswa agar lebih waspada dan memikirkan baik dan buruknya sebelum bertindak.

Sebab, tidak sedikit juga nasib dari para pelajar yang pada akhirnya berakhir sia-sia di jalan raya.

Semoga kegiatan hari ini selain bagi siswa dan orang tuanya tetapi bagi masyarakat umum semua aware bahwa sudah cukup,” tandasnya.

Tindakan Pemprov DKI Jakarta

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo mengatakan, terdapat beberapa tindakan yang akan pihaknya lakukan.

Salah satu tindakannya yakni apabila terdapat pelajar yang terlibat tawuran, pihaknya akan mencabut akses Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Purwosusilo menekankan bahwa tindakan-tindakan yang pihaknya lakukan ialah demi mendidik anak-anak agar menjadi manusia yang bertanggungjawab.

“Artinya, berani berbuat berani bertanggungjawab. Perbuatan yang mereka lakukan ada konsekuensi logis terkait dengan tata tertib sekolah,” tegasnya.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.