Penanganan Banjir di Kabupaten Tangerang Jadi Prioritas
Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Guna mengatasi persoalan banjir, Pemerintah Kabupaten Tangerang segera lakukan pembenahan pada sejumlah infrastruktur. Dimana pelaksanaannya juga turut melibatkan peran pemerintah pusat hingga masyarakat.
Berdasarkan data di lapangan, pada awal tahun 2026, banjir yang melanda daerah Kabupaten Tangerang telah mencakup 24 kecamatan dengan 119 desa dan kelurahan. Di dalamnya ada sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa terdampak bencana.
“Penanganan banjir di Kabupaten Tangerang tidak bisa dilakukan Pemkab Tangerang sendiri namun harus melibatkan lintas sektor, sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan,” jelas Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, Jumat (13/2/2026).
“Kami selalu berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai-sungai besar dan anak sungainya merupakan kewenangan pusat dalam hal ini Kementrian PU. Untuk drainase perumahan dan anak sungai kecil, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan akan terus kami lakukan,” sambungnya.
Dipaparkan, untuk normalisasi saluran pembuangan air dilakukan pada sejumlah wilayah pemukiman warga. “(Program) penanganan Cepat Banjir lewat peninjauan langsung ke titik banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, dan koordinasi intensif dengan BBWS C3 untuk percepatan perbaikan infrastruktur,” kata dia.
Ditambahkan Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, pemerintah daerah berkomitmen terus berkoordinasi secara intensif dengan dinas terkait, masyarakat, dan pihak lainnya guna memastikan penanganan banjir secara optimal dan berkelanjutan.
Seperti untuk area banjir Perumahan Duta Bandara, pada APBD-P 2025 telah dialokasikan pembangunan pintu air di outlet saluran pembuang Duta Bandara dan selanjutnya direncanakan dibangun pompa banjir untuk mengendalikan rob dari Kali Prancis sesuai kajian teknis dan permintaan masyarakat.
Disisi lain, langkah koordinasi dibentuk bersama PT Angkasa Pura selaku pemangku kepentingan di wilayah tersebut agar rencana pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Perum Duta Bandara segera mendapatkan dukungan dan izin.
“Kami akan terus mencari solusi terbaik bersama masyarakat dan perangkat daerah agar permasalahan banjir ini dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” tutupnya.