PAM Jaya Kurang Maksimal dalam Transparansi Tagihan dan Operasional Air

SiberKota.com, Jakarta – Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Muhammad Taufik Zoelkifli meminta kepada Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya agar mengingkatkan pelayanan air bersih untuk masyarakat Jakarta secara menyeluruh. Ada dua cakupan yang Taufik minta tingkatkan kepada PAM Jaya, transparansi tagihan dan maksimalisasi operasional air.

Transparansi Tagihan Kurang Maksimal

Perihal transparansi tagihan, Taufiq menyatakan bahwa hal tersebut sudah menjadi keharusan bagi PAM Jaya.

Taufiq menyatakan, PAM Jaya saat ini baru menampilkan nominal pembayaran dalam struk tagihan. Sedangkan, jumlah meteran yang terpakai tidak ada.

“Berapa meter kubik air yang sudah terpakai pada bulan itu mestinya terlihat pada struk tagihan,” ucapnya, Kamis (11/1).

Taufik berjanji akan menyampaikan kepada PAM Jaya, agar lebih meningkatkan fasilitas layanan penagihan.

Sehingga, layanan penagihan yang PAM Jaya rilis dengan bentuk struk tagihan ini menjadi transparan.

“Dalam hal ini, kita buka-bukaan ke pelanggan bahwa anda memakai air sekian dan harus membayar sekian,” ujarnya.

Kurang Maksimalnya Operasional Air

Lalu, perihal operasional air, Taufiq mengungkapkan, berdasarkan data dari PAM Jaya, terdapat kebocoran yang tinggi hingga mencapai 45 persen.

Maksud dari kebocoran tersebut ialah, sisa air yang tidak masuk ke pelanggan, sehingga tidak menjadi pendapatan daerah.

“Dari sekian itu ada NRW (Non Revenue Water). Artinya, air tidak bisa jadi uang, tidak ada tagihan,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Taufiq, dari cakupan yang memakai layanan PAM Jaya, terhitung baru mencapai 66 persen.

“Jadi, 66 persen yang baru bisa berlangganan PAM Jaya. Nah, jumlahnya juga baru sekitar 900.000 sekian pelanggan,” urainya.

Taufiq mengungkapkan bahwa pada masa kepemimpinan Gubernur Anies Rasyid Baswedan, menargetkan hingga tahun 2030 pelayanan PAM Jaya mencapai 100 peran.

“Target untuk PAM Jaya di masa pak Anies Baswedan menjadi Gubernur, yaitu tahun 2030 pelayanannya 100 persen, semua tercover,” ungkapnya.

Kemudian, tekanan air yang mengalir keluar juga masih kurang maksimal. Saat ini, barua mencapai 53 persen.

Bahkan, di tempat-tempat tertentu, pada saat malam hari aliran air makin mengecil, karena tekanan airnya berkurang.

“Maksudnya, kalau kita buka kran, ngocor nya gimana. Kalau tekanannya tinggi ngocor nya deras. Nah, ini masih setengahnya,” paparnya.

Untuk itu, Taufiq meminta agar PAM Jaya lebih memperhatikan masalah tersebut, agar tidak menjadi keluhan lagi.

Taufiq menyarankan, PAM Jaya perlu melakukan peremajaan pada pipa air, yang memang sudah termakan usia pemakaian.

“Berdirinya perusahaan ini kan tahun 1922, 100 tahun lebih PAM Jaya. Jadi, harus banyak pembaharuan pipa nya,” tandasnya.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.