Miris, Lansia di Tangerang Ngeluh Ngga Dapat Bansos, Walikota Sachrudin Kamana Aja Nih?
Siberkota.com, Tangerang – Salah seorang warga lanjut usia di Kecamatan Neglasari mengeluhkan program bantuan sosial (bansos) yang dinilai tidak merata melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Walikora Sachrudin.
Pria bernama Fahrurrozy, warga Selapajang Jaya RT 04 RW 04, mengungkapkan kekecewaannya melalui surat tersebut karena tak pernah mendapatkan bansos meski telah berkali-kali disurvei.
Fahrurrozy, yang kini berusia 74 tahun dan tengah berjuang melawan penyakit stroke, mengaku, ia tak lagi mampu melakukan aktivitas seperti dahulu.
Ia menyampaikan bahwa selama kondisi kesehatannya masih memungkinkan, ia pernah diminta membantu pemerintahan, termasuk menjadi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) selama dua periode.
Namun, di tengah keterbatasannya saat ini, ia mengaku merasa cemburu melihat warga lain menerima berbagai bantuan sosial, termasuk bantuan lanjut usia. Ia menilai, sebagian penerima justru masih tergolong mampu secara ekonomi.
“Setiap ada pembagian bantuan sosial apa pun bentuknya, saya hanya bisa melihat mereka ramai-ramai dapat bantuan. Bahkan tidak sedikit yang masih bekerja dan lebih berada (kaya). Sementara saya berkali-kali disurvei dan dimintai data, tapi panggilan untuk menerima bansos tak pernah datang,” keluhnya dalam surat tersebut.
Fahrurrozy mengatakan satu-satunya bantuan yang bisa ia rasakan hanyalah beras bansos yang ia beli dari tetangga seharga Rp70 ribu per 10 kilogram. Itu pun, terpaksa ia menjualnya karena tidak terbiasa mengonsumsi beras kualitas bansos.
Ia berharap curahan hatinya dapat menjadi perhatian pemerintah dan pihak berwenang agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran serta memperhatikan warga lansia dan rentan yang benar-benar membutuhkan.
“Namun saya bersyukur dengan adanya bansos (beras) saya dapat ikut merasakan meskipun harus membeli beras sembako 70 RB (1 karung 10 kg) dari tetangga yang menjual bagiannya. Karena tidak biasa mengkonsumsi beras sembako,” jelasnya dalam surat tersebut.
“Demikian curahan hati saya, semoga menjadi renungan bagi semua yg berkompeten dalam hal diatas,” tutupnya.