Kisah Agus Petani Penggarap Lahan di Padi-padi Picnic yang Ditetapkan Menjadi Tersangka

Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Agus (45), salah satu petani yang menggarap tanah di area padi-padi Picnic yang ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian angkat bicara. Agus yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan ini pun terkejut, kenapa dia bisa ditetapkan menjadi tersangka.

“Saya terima surat itu dari pak RT, saya juga gatau bahwa surat itu surat apaan. Saya juga ga sempat baca karena saya gabisa baca. Yaudah saya terima langsung saya bawa ke rekan-rekan untuk bertanya saya harus bagaimana ini, biar lebih jelas, saya kan tidak bisa baca,” jelasnya di depan awak media di salah satu Cafe Coffe di Kota Tangerang, Selasa (6/9/2022).

Menurut Agus, kisah pilu yang dialaminya bermula sejak pihak Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang melaporkan dirinya atas tuduhan melakukan pengrusakan palang yang dipasang untuk menutup akses Padi Padi Picnic Ground. Padahal menurut Agus dirinya bukanlah pelaku pengrusakan portal serta bukan pegawai Padi Padi Picnic Ground

“Saya hanyalah penggarap sawah milik Ibu Kim, saat itu saya hanya sedang menyaksikan proses pemasangan kembali portal yang sempat dibuka karena menghalangi akses masuk,” ujar Agus.

Agus sedikit menjelaskan keadaan keluarganya saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Dirinya tak tega menceritakan perihal pemanggilan dirinya oleh pihak kepolisian yang dirinya sendiri sudah berstatus tersangka.

“Pas waktu pemeriksaan di polres, anak sama orangtua saya pada nyariin saya, mereka nyariin saya sambil nangis, apa lagi anak saya yang kecil gak bisa tidur,” ungkapnya sambil terisak.

Agus yang hari-harinya hanya bekerja sebagai penggarap lahan ini menjelaskan dugaan yang dijatuhkan kepada dirinya terkait perusakan portal yang dipasang oleh trantib Kecamatan Pakuhaji.

“Saya gak tau-menahu soal perusakan portal tersebut, yang saya tau, saat pemilik padi-padi mau keluar karyawannya mengangkat portal tersebut dan dipasang kembali, saya emang ada disitu, tapi tidak ada perusakan portal waktu itu,” tukas Agus dengan meneteskan air mata.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.