Ingin Bertahan Hidup Dimasa Pandemi, Seorang Seniman Ini Rela Berjualan Alat Musik Ngemper Dijalan
Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Hanya ingin menyambung hidup dimasa pandemi Virus Covid-19 seorang seniman rela berjualan alat musik dipinggir jalan.
Adalah Amung salah seorang seniman yang piawai memainkan alat musik Tehyan itu terpaksa beralih propesi menjadi pedagang alat musik yang dimainkannya.
“Sejak ada Covid-19, sudah hampir setahun saya jualan Tehyan, selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga ingin melestarikan budaya yang sudah turun temurun dikenal oleh masyarakat,” kata Amung, kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).
Amung mengaku, sebelum adanya Pandemi Covid-19, ia sering mengikuti pentas kesenian lenong betawi.
“Dulu saya panjak lenong, ikut di beberapa group lenong, dan dulu masih lumayan sering banyak panggilan manggung, tapi sekarang sepi apalagi sejak ada Covid, jadi makin parah,” ungkap pria asal Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang itu.
Amung menjelaskan, Tehyan alat musik tradisional khas betawi buatannya itu, dijual dengan harga berpareasi tergantung ukuran. Dalam sehari, belum tentu terjual karena sepinya peminat dan kalah dengan teknologi.
“Tehyan ini saya buat sendiri, harganya tergantung ukuran, dari mulai yang paling kecil harganya Rp.100 ribu sampai yang paling besar Rp 250 ribu, tapi jangan yang beli, karena sekarang jamannya HP,” ungkapnya.
Amung mejajakan alat musik Tehyan di trotoar di Jalan Raya Teluknaga, tepatnya dekat petigaan Pos Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten.
Dengan sabar, pria paruh baya itu, mejejer dagangannya dengan seutas tali yang diikatkannya diatara pohon.
Untuk menarik perhatian, pajak lenong ini, terus memainkan alat musik Tehyan dengan pengeras suara seadanya.
Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Ditjen Kebudayaan, sedikitnya ada puluhan ribu seniman membatalkan pertunjukan dan festival seni karena adanya bencana Covid-19. (Mus)