Akses Jalan SMAN 6 Tangsel Masih Ditutup, Walimurid Khawatir Ganggu Psikis Anak

Siberkota.com, Tangsel – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Gubernur Banten Andra Soni masih menjadi polemik berkepenjangan ditengah masyarakat. Hal itu tampak terlihat masih ditutupnya akses jalan sejumlah sekolah oleh warga.

Seperti di SMAN 6 Kota Tangsel, para wali murid terpaksa memarkirkan kendaraannya dipingir jalan dan terpaksa harus berjalan kaki sepanjang 300 meter menuju sekolah untuk mendaftar ulang anaknya karena akses jalan ditutup.

Salah seorang wali murid, Nia menyampaikan pandangannya terkait ditutupnya akses jalan tempat anaknya bersekolah.

“Kalau menurut saya kita pentingnya ke sikis anak ya, kalau untuk itu bisa dibicarakan secara musyawarah ke pihak bagaimana jalan keluar yang terbaik, karena besok senin kita sudah masuk sekolah, kita lihat secara sikis dan secara sikolog untuk anak sendiri. Kalau saya bilang lebih baik dibicarakan secara baik-baik, dicari jalan solusinya untuk mendapatkan keputusan yang terbaik buat kita semuanya. Untuk pak Gubernur tolong diperhatikan lagi bagaimana jalan keluarnya yang terbaik agar satu belah pihak tidak saling merugikan atau dirugikan, untuk pak Gubernur tolong diperbaiki lagi sistemnya gitu,” harap Nia.

Nia, walimurid yang mendaftar ulang anaknya berjalan kaki ke sekolah karena akses jalan kendaraan bermotor ditutup warga sekitar.

Ditempat yang sama, wali murid lainnya, Ratna mengaku lesu berjalan kaki dampak dari penutupan akses jalan kendaraan bermotor menuju SMAN 6 Tangsel.

“Ya cuma ini aja sih, kita nya perlu jalan kaki kesana aja, capek aja sih. Harusnya kita bisa parkir disana, karena ditutup jadi ya gitu aja. Ya mudah-mudahan kendalah-kendalah atau keluhan-keluhan yang disampaikan masyarakat bisa diperbaiki lagi,” kata Ratna.

Walimurid SMAN 6 Kota Tangsel, Ratna
Walimurid SMAN 6 Kota Tangsel.

Sementara itu, warga Pamulang Permai yang tinggal disekitar sekolah, Mario menyampaikan alasan dasar penutupan akses jalan kendaraan menuju SMAN 6 Tangsel tersebut.

“Kami selaku warga disini, anak-anak kami tidak diterima disekolahan SMA 6, ada sembilan anak warga kami yang tidak di terima, atas dasar itu kita menutup akses jalan kendaraan bermotor bukan menutup sekolahan, kita hanya membatasi akses kendaraan bermotor, karena sampai hari ini anak-anak kami belum bisa diterima sementara sekolahan ini berdiri dibuat disini atas dasar anak-anak kami, cucu-cucu kami bisa bersekolah disini, sementara tahun ini ada 9 anak warga kami tidak diterima, atas dasar itu kah akhirnya kami menutup akses,” terangnya.

Warga Pamulang Permai yang tinggal disekitar SMAN 6 Tangsel, Mario.

Lebih lanjut, Mario menyampaikan harapannya kepada Gunernur Andra Soni agar turun kelapangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Pak gubernur yang terpilih saat ini kita berharap beliau bisa datang juga kemari, bisa melihat kondisinya, bisa ikut membantu menyelesaikan masalah ini, ngga mungkin mas kami tinggal disini, tapi anak-anak kami sekolah nya di Muncul, anak-anak kami sekolah nya di Ciputat atau diluar Tangsel bahkan, itu kan tidak mungkin, masa anak-anak kami menjadi penonton dirumah kami sendiri,” harapnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.