Peringati HUT RI ke-81, Warga Kampung Buaran Tangsel Hidupkan Kembali Suasana Zaman Dulu 

Siberkota.com, ‎Tangerang Satan – Memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga Kampung Buaran RT 004/RW 003, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar puncak Festival Silaturahmi Zaman Dulu (SILATJADUL), Sabtu (29/8/2026).

‎Mengusung konsep nostalgia kehidupan tempo dulu, kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas tradisional seperti menumbuk padi, mengolah makanan tradisional, permainan egrang, congklak dan bakiak, makan bersama, kopi dan kukusan, busana era 70-an, 80-an dan 90-an, hingga hiburan dangdut jadul.

‎Ketua Pelaksana SILATJADUL, M. Saidi, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi upaya mengenalkan kembali budaya dan kehidupan masyarakat masa lalu kepada generasi muda.

‎Menurutnya, perkembangan zaman membuat banyak tradisi dan permainan tradisional semakin jarang ditemui. “Dahulu anak-anak bermain bersama di sawah dan lingkungan sekitar, sekarang banyak ruang tersebut berubah menjadi perumahan dan gedung. Anak-anak pun lebih akrab dengan HP dan game,” ujar Saidi.

‎Melalui SILATJADUL, warga ingin memberikan pengalaman langsung kepada generasi muda untuk mengenal kehidupan masa lalu.
‎Aktivitas seperti menumbuk padi dan mengolah makanan tradisional diharapkan dapat mengajarkan nilai kerja keras, kesabaran, gotong royong, kebersamaan, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.

Festival Silat Jadul Tangerang Selatan (Tangsel).
Festival Silat Jadul Tangerang Selatan (Tangsel).


‎Permainan tradisional juga menjadi sarana untuk mengajarkan kerja sama, sportivitas, ketangkasan dan interaksi sosial.

‎Festival ini sekaligus menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Generasi tua dapat berbagi cerita dan pengalaman, generasi muda ikut menjaga tradisi, sementara anak-anak memperoleh kesempatan mengenal budaya yang mulai jarang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari.

‎ “Kita bukan ingin kembali ke masa lalu, tetapi mengambil nilai-nilai baik dari masa lalu untuk kita bawa ke masa depan,” kata Saidi.

‎Warga berharap SILATJADUL tidak berhenti sebagai kegiatan peringatan HUT RI, tetapi menjadi gerakan untuk menjaga budaya dan memperkuat silaturahmi masyarakat.

‎“Budaya tidak akan bertahan hanya dengan cerita. Budaya akan tetap hidup apabila kita mau mempraktikkan, mengenalkan dan mewariskannya kepada generasi berikutnya,” pungkas Saidi.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.