Ketua DPRD Kab. Tangerang Cicing Bae Terkait Polemik Anggaran MakMin Rapat Senilai 6,7 M

Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail ‘Cicing Bae saat dimintai komentarnya terkait anggaran makanan dan minuman rapat yang nilainya cukup fantastis di masa pandemi COVID-19 yakni senilai 6,7 Miliar.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh awak media, dirinya tidak mau menjawab dengan alasan masih dalam perjalanan dan  berjanji akan menelpon balik setelah sampai lokasi. 

“Nanti ya, nanti saya telpon lagi,” katanya singkat, Rabu (13/04/2022).

Tak kunjung mendapatkan telpon balik, wartawan pun kembali mencoba untuk mengkonfirmasi ulang dengan jalan mengirimkan pesan whatsapp. Namun hingga berita ini diturunkan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang belum juga memberikan tanggapan baik melalui sambungan telepon maupun whatsapp.

Sebelumnya diberitakan, DPRD Kabupaten Tangerang menganggarkan biaya makanan dan minuman untuk rapat pada tahun 2022 sebesar Rp. 6,7 miliar.

Hal itu diketahui berdasarkan penelusuran dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). 

Dari laman tersebut diketahui bahwa pengadaan untuk makanan dan minuman rapat ini dipecah menjadi 13 paket dengan nilai yang bervariasi mulai dari Rp. 6,5 juta hingga Rp. 2,5 miliar.

Jika dilihat dari salah satu paket pengadaan untuk makanan dan minuman tersebut. Tertulis bahwa, pengadaan tersebut memiliki spesifikasi pekerjaan yakni “Belanja Makanan dan Minuman Rapat Kudapan/Snack; Belanja Makanan dan Minuman Rapat Jamuan Makan;”.

Sontak hal ini mendapatkan tanggapan miring dari sejumlah pihak. Bahkan akademisi dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang Adib Miftahul. Menurut Adib pemerintah daerah dalam hal ini Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang dinilai tak memiliki empati terhadap masyarakatnya yang tengah mengalami krisis ekonomi. Saat masyarakat menderita akibat harga sembako meroket dan langka sejak awal tahun ini, justru para wakil rakyat meminta anggaran mamin yang cukup besar.

“Tentu ini tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap masalah masyarakat. Sembako mahal, ada juga yang langka, ini sekretariat dewan justru anggaran makan minumnya fantastis,” kata Adib.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) ini dalam kondisi saat ini dengan masih adanya beberapa pembatasan tentunya nilai tersebut bisa disebut sebagai pemborosan.

“Seberapa banyak sih rapat serta produk hukum yang akan mampu dihasilkan saat masih dalam kondisi pandemi seperti ini. Tentunya hal ini saya nilai sebagai pemborosan. Padahal kondisi anggaran nasional termasuk daerah saat ini tengah morat-marit,” tegas Adib.

Sementara itu sebelumnya, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang Uyung Mulyardi membenarkan bahwa biaya fantastis dari pengadaan makanan dan minuman untuk rapat tersebut sudah direncanakan berdasarkan jumlah kegiatan yang disusun. 

Namun ketika ditanya lebih lanjut terkait rincian dari anggaran tersebut dirinya masih enggan berbicara banyak. Sebab katanya, dirinya masih harus mempelajari perihal hal itu. 

“Kalau informasi dari Sirup barangkali itu sesuai dengan apa yang ada di dalam rencana. Sefantastis itu mungkin sudah direncanakan berdasarkan jumlah kegiatan yang disusun, mungkin ada berapa kali (kegiatan). Jadi sudah disesuaikan dengan rencana yang akan kita lakukan,” katanya ketika dikonfirmasi awak media.(Deri)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.