7 Tahun Irigasi Mati Total, Petani di Tiga Desa Kab. Tangerang Ngadu ke Mahasiswa
Siberkota.com,Kabupaten Tangerang – Sejumah petani yang berada di tiga(3) desa Kabupaten Tangerang, Banten mengeluhkan irigasi sawah mereka sudah tujuh (7) tahun mengalami mati total atau tidak berfungsi.
Atas hal tersebut, para petani yang berada di Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek dan Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti mengadukan itu kepada Mahasiswa.
Endang, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang, mengatakan masalah para petani pada tiga desa itu sebenarnya sudah pernah di bahas dalam rapat paripurna dewan, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya.
Menurutnya keadaan irigasi di beberapa desa tersebut merupakan representasi dari tidak seriusnya Pemerintah daerah menangani, memperhatikan dan memberdayakan kegiatan pertanian.
“Dewan juga harus tegas menyikapi hal ini. DPRD hari ini terlihat hanya menjadi stempel eksekutif saja tidak ada ketegasan dalam pengawasan,” kata Endang, Sabtu (7/5/2023).
Ia menjelaskan irigasi merupakan persoalan yang kompleks, sebab Undang-Undang telah mengisyaratkan eksekutif dan legislatif untuk berperan aktif, tetapi pemda seakan tutup mata dan telinga menyikapi persoalan ini.
Padahal, lanjut Endang berdasarkan Perda Kabupaten Tangerang Nomor 1 Tahun 2003 Terkait Pengelolaan Irigasi sebagai pelaksana dari peraturan diatasnya, Bupati membentuk Komisi Irigasi.
“Tetapi sampai detik ini kita masih kita tidak tau peran dari komisi tersebut. Apakah hanya sebuah formalitas?,” ucapnya.
Selain itu, katanya dalam ketentuan Pasal 62 huruf e Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Pemerintah Daerah berkewajiban untuk menjamin ganti rugi terhadap Petani yang mengalami gagal panen.
“Sebelum berbicara ganti rugi, pertanyaan sederhananya adalah apakah Pemerintah Daerah tau dalam kurun waktu kebelakang ada banyak Petani yang gagal panen di Kabupaten Tangerang?,” tuturnya.
“Apakah para pemimpin kita baik Bupati, Wakil Bupati, dan Dewan pernah turun langsung ke petani kecil di daerah pedalaman Kabupaten Tangerang?,” tukasnya.
Sementara, salah satu petani, Biyan berharap agar pemerintah terkait segera menyelesaikan persoalan ini. Sebab, katanya sudah 7 tahun dirinya dan para petani lainnya tidak bisa bertani akibat saluran irigasi yang tidak berfungsi.
“Permasalahan ini sangat berdampak kepada kehidupan ekonomi kami. Saya dan para petani di sini berharap pemerintah bisa turun langsung menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.