221 Kasus Hewan Ternak di Kabupaten Tangerang Terjangkit PMK, Pagedangan Tertinggi
Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Sejumlah hewan ternak berupa sapi, kerbau dan kambing di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, banyak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). tercatat sampai dengan saat ini terdapat 221 kasus dan paling tinggi berada di Kecamatan Pagedangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Asep Jatnika mengatakan, kasus PMK terhadap hewan ternak ini diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan secara intens ke sejumlah peternak dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang.
“Yang positif ada 59 kasus dan suspek ada 162 kasus. Namun kita pun sudah melakukan langkah-langkah untuk penanganannya,” ujar Asep, Selasa, (14/6/2022).
Asep mengungkap, dari ke 10 wilayah yang terdapat kasus tersebut diantaranya seperti kecamatan Curug dengan enam kasus, Panongan tujuh kasus, Sepatan Timur satu kasus, Pagedangan 81 kasus, Kelapa Dua 26 kasus, Solear 11 kasus, Cisoka 11 kasus, Rajeg enam kasus, Cikupa 12 kasus, dan kecamatan Legok satu kasus.
“Yang tertinggi wilayah Pagedangan ada 81 kasus. Jadi tingkat penularannya pun memang begitu cepat sehingga bisa menular terhadap hewan yang ada di sekitarnya,” ungkapnya.
Dikatakan Asep, saat ini pihaknya bersama satgas sudah melakukan upaya yang dilakukan dalam pengendalian dan penanganan penyakit dengan cara pemberian vitamin dan antibiotik terhadap hewan yang diindikasi terpapar PMK tersebut.
“Tentunya kita hanya melakukan pencegahan dengan melakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang peternak itu, supaya PMK ini tidak menyebar lebih luas lagi,” tuturnya.
Lanjut Asep mengimbau, kepada seluruh peternak dan pedagang ketika mendatangkan hewan ternak baru yang berasal dari luar daerah agar dipisahkan terlebih dahulu dan dipastikan kondisi hewan itu dalam keadaan sehat.
“Dipastikan para peternak bisa menjaga sterilisasi kebersihan kandang hewan masing-masing. Karena dengan upaya itu bisa menghindari penularan PMK,” imbaunya.
Asep pun berpesan, kepada masyarakat supaya tidak khawatir dan panik dengan seiringnya ditemukan kaksu-kasus PMK di Kabupaten Tangerang, karena hal itu dipastikan penyakit mulut dan kuku pada hewan tersebut tak menular kepada manusia.
“Kami informasiman kepada masyarakat tidak khawatir ataupun panik. Karena prinsipnya penyakit ini tidak menular ke manusia,” tandasnya.