Mekanisme Pembangunan Kantor Pusat Bank Banten Dipertanyakan

SiberKota.com, Banten – Pembangunan Kantor Pusat Bank Banten yang memakai APBD Provinsi Banten Tahun 2024 sebesar Rp. 22 Milyar itu diduga tidak melalui mekanisme penyertaan modal.

Dugaan tersebut berangkat dari Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Virgojanti yang tidak menjelaskan pertanyaan awak media soal Peraturan Daerah (Perda) penyertaan modal pembangunan Kantor Pusat Bank Banten.

“Kalau Perda penyertaan modal kan ada, inikan inbreng (penyetoran modal,red) lagi diproses, dinilai dulu dari BPKAD kan sedang mengappraisal, berapa sih persis nilainya? Perda kewajiban penyertaan modal kan sudah ada amanatnya, tinggal nanti kita kan harus menyampaikan ke pihak DPRD nanti kan kalau udah jadi, baru diserahkan secara keseluruhan,” ungkapnya di Kantor Sekda Banten, Jumat (5/7).

Virgo menyatakan bahwa pembangunan Kantor Bank Banten ini diatur dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Selain itu, lanjut Virgo, pembangunan Kantor Bank Banten juga merupakan amanat dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Iya (sudah termuat dalam RKPD,red) untuk rencana hibahnya sudah ada, termasuk dalam amanat RUPS juga,” terangnya.

Saat disinggung soal total penyertaan modal Bank Banten, Virgo tampak enggan menanggapi pertanyaan tersebut.

Malahan, Virgo mengalihkan jawaban dengan mengatakan bahwa Pemprov tengah fokus untuk penguatan Bank Banten, melakukan pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten/Kota.

Baca berita SiberKota lainnya, di Google News

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.