Ini Alat Musik Tradisional Pernikahan yang Selalu Gemparkan Masyarakat OKU

Siberkota.com, Kabupaten OKU – Desa Lontar, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan (Sumsel) selalu  menjaga tradisi yang ditinggalkan oleh nenek moyang. Salah satunya adalah budidaya alat musik bernama Tabuhan Rudat Syaroful Anam.

Alat musik ini digunakan dalam kegiatan pernikahan, yang mana kedua pasangan memepelai atau dikenal dengan sebutan pengantin dengan memakai pakaian adatnya Sumatera Selatan (Sumsel) mengitari (Keliling Dusun) suatu Desa diiringi dengan tabuhan Rudat dengan tujuan untuk diberitahukan kepada seluruh masyarakat desa.

Tradisi ini merupakan peninggalan dari kerajaan Palembang Darusalam yang hingga saat ini masih diterapkan berbagai desa di Sumsel.

“Jadi dihari H acara sepasang pengantin akan memakai baju pengantin khas Sumatera Selatan. Pengantin akan diarak keliling Desa diiring dengan Tabuhan Rudat Saroful Anam diikuti oleh rombongan keluarga besar pengatin,” ungkap Mega salah seorang warga Desa Lontar saat diminta keterangan.

Mega menjelaskan,  aluna suara Tabuhan Rudat Syaroful Anam ini sangat merdu dan berkesan. Bahkan, ketika mendengar musik ini semua warga akan antusias untuk menonton dan juga ikut mengabadikan momen tersebut.

“Kami itu selalu nonton jika setiap ada Pengantin yang diarak keliling dusun (Desa)” jelasnya Minggu, (28/3/2021).

Senada dengan pengantin mempelai wanita Hermanitah, menurutnya musik tradisional tabuhan Rudat Syaroful Anam ini alunan suaranya sangat enak didengarkan dan mengesankan.

“Sangat mengesankan, apalagi sembari (Sambil) menggunakan baju pengantin dan keliling dusun diiring suara musik Rudat ini,” kata Pengantin baru itu saat kepada siberkota.com

Untuk diketahui, dalam persepsi pernikahan adat di Sumsel, semuanya akan disiapkan dengan matang oleh orang tuanya dengan  menjujung tinggi tradisi yang ditinggalkan oleh nenek moyang. Dan seluruh kegiatan akan dibantu oleh keluarga besar dan sanak famili.

Yang menariknya, setiap ada kegiatan pernikahan pasti tak tertinggalkan tradisi masak lemang (Melemang) dan masak nasi minyak (Nasi Merah). (Halim/Gugun)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.