Survei Status Gizi Indonesia Klaim Angka Stunting di Tangsel Turun Drastis

Siberkota.com, Tangerang Selatan – Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, Angka stunting di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menurun drastis. Sebelumnya angka stunting Kota Tangsel sebesar 19,9 persen, namun saat ini turun menjadi 9 persen dan menjadi angka yang terendah dari Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten.

Siberkota.com, Tangerang Selatan – Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, Angka stunting di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menurun drastis. Sebelumnya angka stunting Kota Tangsel sebesar 19,9 persen, namun saat ini turun menjadi 9 persen dan menjadi angka yang terendah dari Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten.

Siberkota.com, Tangerang Selatan – Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, Angka stunting di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menurun drastis. Sebelumnya angka stunting Kota Tangsel sebesar 19,9 persen, namun saat ini turun menjadi 9 persen dan menjadi angka yang terendah dari Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten.

Atas keberhasilan ini, Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang dalam menekan angka prevalensi stunting. Benyamin juga mengingatkan kepada seluruh perangkat daerah agar tidak cepat puas atas hasil ini.

Baginya, keberhasilan ini justru menjadi pemacu semangat untuk terus menurunkan bahkan menghilangkan kasus stunting di Kota Tangsel.

“Alhamdulillah angka stunting kita turun, ini berkat kerja keras semua pihak. Tetapi, kita tidak boleh berpuas diri. Permasalahan stunting masih jadi PR kita bersama,” kata Benyamin saat diminta keterangan.

Lebih lajut, Benyamin mengatakan, untuk menekan dan menurunkan bahkan mengilangkan angka stunting di Kota Tangsel, tentu kedepannya kolaborasi dan sinergi harus terus ditingkatkan di seluruh perangkat daerah dengan melakukan langka nyata kepada masyarakat.

“Mulai dari identifikasi kembali sebaran stunting dan ketersediaan program dan kendalanya, menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi stunting, rembuk stunting, hingga review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir,” ungkapnya.

Belum lagi, lanjut Benyamin, soal kepastian hukum bagi kelurahan untuk menjalankan peran dan kewenangan serta memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu pemerintah dalam kaitannya intervensi gizi terintegrasi.

“Dan jangan lupakan soal pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting,” tuturnya.

benyamin mmenambahkan, bukan hanya itu saja, pelaksanaan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan melaksanakan program Ngider Sehat untuk mendekatkan upaya promotif, preventif dan kuratif kepada masyarakat.

“Masalah stunting ini menjadi masalah serius bagi kita, dan menjadi investasi SDM menyongsong Indonesia Emas tahun 2045 oleh karenanya langkah-langkah yang kami lakukan juga harus optimal dan terukur,” ucapnya.

Langkah-langkah yang jelas tersebutlah, kata Benyamin, jadi andalan pemerintah Kota Tangsel untuk terus menurunkan angka prevalensi stunting.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.