Pasarkemis Wilayah Kwalitas Udara Terburuk, DPRD Komisi IV : Banyak Industri Nakal
Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – Lembaga data kualitas udara (IQ Air) menempatkan wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten posisi pertama di Indonesia sebagai kota/daerah kualitas udara terburuk pada Jumat siang.
Dari data yang ditampilkan melalui laman resmi IQ Air di Tangerang, mencatat kualitas udara di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang hingga pukul 13.04 WIB mencapai indeks 164.
Adapun Indeks kualitas udara berdasarkan standar Amerika Serikat (AQ US) menggolongkan indeks 151 hingga 200 sebagai kategori udara tidak sehat. Dengan konsentrasi “particulate matter” (PM) 2.5 mencapai 14,6 kali lipat di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
PM 2.5 merupakan polutan pencemar udara yang paling kecil dan berbahaya bagi kesehatan. Lembaga IQ Air pun menyarankan masyarakat sekitar untuk menggunakan masker, menutup jendela ruangan dan menghindari aktivitas di luar ruangan.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Komisi IV, Rickjy Gilang Sumantri menuturkan sebagai wakil di dapil tersebut dirinya mengaku kerap kali menerima laporan dari warga terkait aktivitas pembakaran limbah yang dilakukan salah satu perusahan yang ada di wilayah pasar kemis. Dimana pembakaran tersebut dilakukan pada tengah malam saat warga tertidur pulas.
“Itu adalah PT. Harvest di pasar kemis
Saya blm tau limbah apa yang di bakar
Karna saya belum bisa cek langsung ke lokasi
Hanya dapat kiriman dari warga,” ujar Rickjy, Senin, (20/6/2022).
Bahkan Lanjutnya, tidak hanya masalah udara, Warga kampung picung yang berdekatan dengan pabrik tersebut juga pernah mengeluhkan adanya air bawah tanah bercampur dengan air limbah B3.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang harus lebih tegas terkait izin amdal, apalagi banyak industi nakal, khususnya dalam hal ini di wilayah pasar kemis,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi polusi udara tersebut.
Salah satunya menjaga fungsi kelestarian lingkungan hidup agar lebih hijau, sejuk, dan teduh dengan merencanakan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di tiap wilayah kecamatan Pasar Kemis.
“Karena Pasar Kemis itu salah satu daerah industri di Kabupaten Tangerang, maka tingkat kualitas udara sangat rendah” ungkapnya.
Taufik mengungkapkan, pemantauan kualitas udara secara berkala juga telah dilakukan. Serta melakukan uji udara ambient dengan metode passive sample di 4 tatanan (lalu lintas, kawasan industri, permukiman, dan perkantoran).
“Rencananya kami juga akan memasang alat untuk mengukur kualitas udara secara direct reading, kontinu, dan real time yakni AQMS (Air Quality Monitoring System), melalui anggaran APBD 2022 ini,” tandasnya.