Tujuh Bangunan Puskesmas di Tangsel Direhabilitasi

Tahun ini, sebanyak tujuh bangunan puskesmas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjalani proses rehabilitasi. Disamping meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, pembenahan gedung juga guna mengejar akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Bangunan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel, Adiyat Firmanuddin mengutarakan, ketujuh bangunan puskesmas yang menjalani tahap pemeliharaan dan rehabilitasi tersebut, yakni Puskesmas Bambu Apus, Setu, Pondok Benda, Jombang, Pondok Kacang Timur, Pisangan, serta Serpong 2.

“Total tahun 2022 di Tangsel ada tujuh puskesmas yang di rehabilitasi. Kemarin kita (UPTD Pemeliharaan Bangunan DCKTR Tangsel) ada permintaan dari Puskesmas Bambu Apus dan Setu terkait pemeliharaan bangunan untuk akreditasi puskesmas,” terang Adiyat  saat dikonfirmasi, Sabtu (30/7/2022).

Secara keseluruhan, lanjutnya, rehabilitasi ketujuh puskesmas dimaksud merupakan kegiatan rutin tahunan. Dimana prosesnya menyangkut pengerjaan peningkatan fasilitas luar bangunan serta sarana dan prasarana puskesmas.

“(Rehabilitasi puskesmas) sebenarnya lebih bersifat kepada pemeliharaan ya, seperti perbaikan cat-cat yang sudah agak kusam, kamar mandi, area parkir, atau ruang tunggu pasien. Progresnya sebagian sudah berjalan sekarang,” papar Adiyat.

Terpisah, Kepala Puskesmas Bambu Apus, Dr. Lia Rita Magdalena menambahkan, tahun ini adalah kali kedua pihaknya mengikuti proses akreditasi. Sebelumnya, Puskesmas Bambu Apus telah mendapat akreditasi pada tahun 2018.

“Kita sudah terakreditasi tahun 2018. Sebenarnya sekarang itu adalah proses re-akreditasi. Memang dari Badan Akreditasi mewajibkan setiap 3 bulan sekali harus re-akreditasi. Tapi kebetulan tahun lalu kan masih pandemi, jadi (re-akreditasi) diundur tahun ini,” jelasnya.

Untuk proses akreditasi, sejumlah instrumen yang menjadi bahan penilaian dari Badan Akreditasi Kemenkes RI, diantaranya adalah terkait sistem layanan hingga kelaikan bangunan.

“(Proses re-akreditasi) jadi sebenarnya untuk meyakinkan semuanya berjalan sesuai prosedur. Semua tentang pelayanan, mulai dari pasien datang sampai pasien pulang,” kata Lia.

Setiap harinya, saat ini rata-rata jumlah pasien yang datang ke Puskesmas Bambu Apus sebanyak 100 orang. Untuk memudahkan pelayanan terhadap pasien, sejumlah layanan sudah dapat dilalui secara daring.

“Sampai sekarang kami sedang berproses perapian dokumen, gedung, fisik, semua sedang kami rapihkan,” pungkas Lia.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.