Motor Wartawan Hilang, Klaim Asuransi WOM Finance Cabang Cikupa Dipersulit

Siberkota.com, Kabupaten Tangerang – PT. Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk, Cabang Cikupa, Kabupaten Tangerang, diduga telah mempersulit konsumennya dalam melakukan pengajuan klaim asuransi kehilangan motor.

Hal tersebut dialami seorang wartawan Kabupaten Tangerang, Deri Rizki Sentika (30). Ia mengaku motornya yang hilang berdasar laporan polisi No. Pol :197/B/VIII/2022/SPKT Unit Reskrim Polsek Tigaraksa, pada, Selasa, (9/8/2022) itu telah dipersulit dalam klaim asuransinya.

Dimana, petugas WOM Finance Cikupa justru mewajibkan dirinya melakukan pembayaran sisa angsuran kredit motornya yang telah hilang untuk jadi syarat wajib klaim asuransi.

Deri mengatakan, dari total estimasi sementara klaim asuransi sebesar Rp. 15 Juta yang nanti di dapat. Pihak WOM masih melakukan sejumlah pemotongan, seperti biaya penalti Rp. 750 Ribu, sisa pokok angsuran Rp. 6,8 Juta, Bunga dan juga denda sebesar Rp. 3,2 Juta.

“Ini masih disuruh nunggu selama 4 bulan dan disuruh bayar sisa angsuran, kalau seperti ini sama saja saya diwajibkan melunasi motor yang hilang, bukan malah mendapat klaim asuransi,” kata Deri, Senin, (15/8/2022).

Selain masalah klaim asuransi, lanjut Deri, dari awal proses pengajuan kredit motor di WOM Finance, terdapat kecurangan yang diduga dilakukan oleh petugas WOM. Seperti, dari total Rp. 5 Juta yang dibayarkan sebagai uang muka kredit, ternyata yang tercatat masuk di WOM hanya senilai Rp. 1,5 Juta. Akibatnya, pengajuan kredit yang diajukan dirinya selama 27 Bulan, tanpa konfirmasi lebih lanjut, pihak WOM mencatat di systemnya menjadi 35 bulan.

“Saya baru mengetahui setelah pembayaran ke 27, dipikir sudah lunas ternyata pihak WOM mencatat di system berbeda dari pengajuan kredit awal,” terangnya.

Deri berharap, WOM Finance sebagai perusahaan pembiayaan dapat bertindak profesional. Sebab, lanjutnya setiap langkah kebijakan yang diambil adalah menyangkut kepercayaan masyarakat. “Jangan kasus serupa seperti ini, malah justru bikin konsumen atau masyarakat tidak percaya karena merasa dirugikan,” tandasnya.

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.